Selasa, 18 Januari 22
Beranda Headline Soal Dugaan Pencurian Spion Pajero ,Kapolsek Sunggal Bantah Anggotanya Lakukan Kekerasan Kepada...

Soal Dugaan Pencurian Spion Pajero ,Kapolsek Sunggal Bantah Anggotanya Lakukan Kekerasan Kepada HF

Sunggal ,www.busupena.com – Tudingan kasus pemukulan oleh 7 personel Polsek Sunggal terhadap terduga pelaku pencurian kaca spion mobil, mendapat respon Kapolsek Sunggal, Kompol.Chandra Yuda Pranata, SE.SIK.MM.

Hendra Frizky Novando mengaku dipukuli ketujuh personel saat dilakukan pemeriksaan di Mapolsek atas laporan Vanez Bangun bersama suaminya Berman Sitanggang.

Dimana, Hendra ditangkap pasangan suami-istri itu saat transaksi jual sebuah kaca spion mobil di Dunkin’ Donuts SPBU Ringroad Medan, pada 19 Juli 2021 lalu.

Vanez yang sebelumnya mengaku kehilangan sebuah kaca spion mobil, dan mendapat informasi atas penjualan kaca spion oleh Hendra Frizky Novando melalui media sosial facebook.

Merasa kaca spion tersebut milik mereka yang hilang dicuri, Vanez Bangun dan Berman Sitanggang bersama barang bukti membawa Hendra ke Mapolsek Sunggal.

Usai dilakukan pemeriksaan, dan tidak berbukti bersalah, akhirnya petugas pun membebaskan warga Jalan Gereja, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Medan itu.

“Karena tidak terbukti bersalah, demi hukum kita membebaskan yang bersangkutan. Sangat berdosa sekali jika kita menahan orang yang tidak bersalah,” jelas Chandra Yuda didampingi Kanit Reskrim, AKP.Budiman Simanjuntak, SE.MH kepada wartawan, Senin (29/11/2021) siang.

Mantan Kanit 2 Subdit 2 Ditreskrimsus Polda Sumut itu membantah tudingan yang dialamatkan kepada ke-7 anggotanya tersebut.

Chandra Yuda mengaku, usai mendengar informasi pihaknya melakukan pemukulan terhadap seorang terduga pelaku, ia pun langsung melakukan kroscek (memastikan kebenaran) secara internal.

“Saya sudah minta keterangan para personel termasuk Kanit Reskrim, tentang tudingan tersebut. Seluruh personel yang menangangi kasus tersebut bekerja sesuai Standard Operasional Prosedur (SOP),” ujarnya.

Chandra Yuda menyebutkan, sesuai amanah pimpinan, Kapolda Sumut dan Kapolrestabes Medan, penyidik kepolisian sangat dilarang melakukan kekerasan terhadap seseorang yang dilakukan pemeriksaan.

“Tidak jaman-nya lagi pak, main pukul terhadap orang yang diperiksa. Salah atau benar, biar pengadilan yang memutuskan,” tegasnya. (Emmar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Jaga Kebugaran Tubuh, Anggota Kodim 0808/Blitar Laksanakan Olahraga Bersama

Blitar, www.busurpena.com - Guna menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh agar tetap terjaga, anggota Kodim 0808/Blitar, baik Militer maupun PNS melaksanakan pembinaan fisik atau olah...

Togel Nenggolan Kuasasi Pasar Judi di Kabupaten Sergai

Sergei ,www.busurpena.com.- Peredaran Judi jenis tebak angka di kabupaten serdang bedagai kian hari semakin mengkhawatirkan. Pasalnya saat ini bandar judi togel nenggolan masih bebas beroperasi...

Daftar Bos Judi Togel di Simalungun, Eks Kaki Tangan Bandar Buka Suara, Kasat Reskrim Tak Peduli

Simalungun, www.busurpena.com - Judi tebak angka di Kabupaten Simalungun kian memprihatinkan, lantaran beroperasi tidak lagi dengan cara sembunyi-sembunyi. Para bandar judi di wilayah ini...

Pasokan Bantuan Logistik Dipastikan Masih Jadi Kebutuhan Mendesak Pengungsi Gempa di Selayar

Kepulauan Selayar, www.busurpena.com - Makanan siap saji, sejenis beras, Indomie instan, air mineral, telur, dan ikan sarden masih menjadi kebutuhan mendesak bagi korban gempa...

Recent Comments

×