Busurpena.com | Palembang,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru, S.H., M.M menghadiri serta meresmikan kegiatan Peresmian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Center Perusahaan Listrik Negara (PLN) di PLN Unit Layanan Rivai Bertempat di Kantor PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Rivai Palembang.
Adapun kegiatan peresmian ini sendiri ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita yang langsung dilakukan oleh Gubernur Sumsel dengan didampingi lainnya, Jumat (25/9/2026).
Turut hadir didalam kegiatan ini Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLH) Provinsi Sumsel Herdi Apriansyah, S.STP., M.M, Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral dan Batubara (ESDM) Provinsi Sumsel Hendriansyah, ST, M.Si, Para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemprov Sumsel, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) Diksi Erfani Umar, serta undangan lainnya.
Dikatakan Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru, S.H., M.M, di mana pertumbuhan pesat kendaraan listrik di Sumatera Selatan mendorong PT PLN (Persero) mempercepat pembangunan infrastruktur pengisian daya. Hal ini ditandai dengan telah diresmikannya SPKLU Center pertama di wilayah ini yang berlokasi di Kantor PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rivai, Jalan Demang Lebar Daun No. 170, Palembang.
Langkah strategis PLN ini merespons data pertumbuhan pengguna kendaraan listrik yang signifikan. Berdasarkan data PT PLN, jumlah mobil listrik di Sumsel melonjak dari 849 unit pada Desember 2025 menjadi 2.047 unit pada Juli 2026. Kenaikan lebih dari dua kali lipat dalam tujuh bulan ini menunjukkan bahwa adopsi kendaraan listrik telah memasuki fase akselerasi. Dimana pertumbuhan kendaraan listrik harus dibarengi dengan kesiapan infrastrukturnya.
“Oleh Karena itu, yang kami bangun bukan hanya titik pengisian daya, tetapi juga kepercayaan masyarakat bahwa kendaraan listrik dapat digunakan dengan mudah, nyaman, dan didukung layanan yang andal. Analogi dari kalimat “Martabak”: Logika Kecepatan dan Efisiensi. Saya menyampaikan visi strategisnya dengan analogi yang unik dan membumi, yaitu “martabak”,” ujarnya.
Kemudian, disini saya menyampaikan bahwa kunci penerimaan masyarakat terhadap teknologi baru terletak pada efisiensi dan nilai tambah. Masyarakat memiliki logika sederhana. Sama seperti memilih martabak, apakah ingin yang biasa, atau dengan tambahan keju, meses, dan kacang? Jika harganya setara atau sedikit berbeda, konsumen pasti akan memilih opsi yang prosesnya lebih cepat dan kualitasnya terjamin.
Tidak ada orang yang bersedia menunggu lama jika tersedia opsi yang lebih efisien. Saya menekankan bahwa SPKLU Center ini tidak hanya melayani pengisian daya, tetapi juga membuka peluang kolaborasi bagi UMKM dan vendor swasta untuk menyediakan lokasi strategis.
“Infrastruktur pengisian daya harus kompetitif, baik dari segi durasi, seperti target pengisian cepat dalam 20 menit maupun harga. Target Ambisius saya yakni Satu Kecamatan, Satu Titik Pengisian. Saya menetapkan target pemerataan infrastruktur yang ambisius,” ungkapnya.
Dilanjutkannya, dengan total 241 kecamatan di Sumatera Selatan, ia meminta PLN memastikan setiap kecamatan yang memiliki aktivitas kendaraan signifikan minimal memiliki satu titik pengisian daya. Harapan saya, infrastruktur ini tidak hanya berhenti di kota besar, tetapi menyisir hingga ke kecamatan-kecamatan. Ini adalah momentum bahwa PLN serius melayani masyarakat hingga ke pelosok.
Sumbagsel saat ini tercatat memiliki perkembangan infrastruktur kelistrikan paling pesat dibandingkan provinsi lain dalam cluster nya. Selain transportasi pribadi, saya juga menyoroti potensi masif dari sektor industri, khususnya angkutan tambang (hauling).
“Saya mencatat adanya pergeseran tren di mana banyak holding perusahaan tambang mulai beralih dari Bahan Bakar Minyak (BBM) ke tenaga listrik untuk operasional mereka. Lebih jauh, saya menghubungkan transisi energi ini dengan pencapaian infrastruktur jalan di Sumsel,” katanya.
Menurut GM PT PLN (Persero) UID S2JB Diksi Erfani Umar, pertumbuhan kendaraan listrik menjadi sinyal bagi PLN untuk memastikan perkembangan tersebut diikuti dengan kesiapan layanan kepada pelanggan. Pertumbuhan kendaraan listrik harus dibarengi dengan kesiapan infrastrukturnya.
Karena itu, yang kami bangun bukan hanya titik pengisian daya, tetapi juga kepercayaan masyarakat bahwa kendaraan listrik dapat digunakan dengan mudah, nyaman, dan didukung layanan yang andal, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh.
“SPKLU Center Demang Lebar Daun dilengkapi 4 unit pengisian daya baru dengan 8 port charger CCS2 fast charging berkapasitas 120 kW serta 2 unit eksisting Fast Charging 2 berkapasitas 120 kW dan 180 kW. Kehadirannya sekaligus memperkuat jaringan layanan pengisian daya PLN UID S2JB di Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu,” ucapnya.
Masih dilanjutkannya, saat ini, PLN UID S2JB telah memiliki total 87 unit pengisi daya mobil listrik yang tersebar di 69 lokasi SPKLU, serta didukung satu unit SPKLU Mobile. Untuk kendaraan listrik roda dua, tersedia pula 40 unit fasilitas pengisian daya di 40 titik. Sebaran infrastruktur tersebut terus diperkuat agar penggunaan kendaraan listrik semakin praktis bagi masyarakat.
Pengembangan SPKLU tidak hanya berorientasi pada penambahan jumlah fasilitas, tetapi juga memastikan keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi pengguna kendaraan listrik. Bagi kami, keberhasilan SPKLU bukan hanya dihitung dari berapa fasilitas yang dibangun atau diresmikan.
“Ukuran yang lebih penting adalah seberapa mudah fasilitas itu dijangkau, seberapa andal layanannya, serta seberapa besar manfaat yang dirasakan pelanggan. Infrastruktur harus tumbuh mengikuti kebutuhan dan pola mobilitas masyarakat,” imbuhnya.
Masih disampaikannya, tingginya kebutuhan terhadap layanan pengisian daya tercermin dari peningkatan pemanfaatan SPKLU di wilayah kerja PLN UID S2JB. Jumlah transaksi pengisian daya meningkat dari 1.958 kali pada 2024 menjadi 11.726 kali pada 2025. Hingga Agustus 2026, transaksi telah mencapai 28.176 kali.
Pertumbuhan juga terlihat dari konsumsi energi kendaraan listrik. Pemakaian listrik melalui SPKLU meningkat dari 44.917 kWh pada 2024 menjadi 309.243 kWh pada 2025, dan telah mencapai 762.975 kWh hingga Agustus 2026. Saya menilai tren tersebut memperlihatkan bahwa layanan SPKLU semakin menjadi bagian dari kebutuhan kelistrikan masyarakat.
“Angka ini menunjukkan bahwa perubahan perilaku konsumen sudah terjadi. PLN harus mampu mengantisipasi pertumbuhan tersebut dengan menghadirkan infrastruktur dan layanan lebih awal, sehingga ketersediaan fasilitas pengisian daya tidak menjadi hambatan bagi masyarakat yang ingin beralih menggunakan kendaraan listrik,” bebernya.







