Menuju 1.800 Hektare: Warga 8 Desa di Manuju Akan Dimintai Masukan untuk Bendungan Jenelata

 

GOWA, SULSEL, busurpena.com|-Pembangunan Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa masih panjang jalannya. Dari total kebutuhan lahan 1.772,28 hektare, baru 238,92 hektare yang statusnya sudah bebas.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Angka itu setara 855 bidang dari 2.991 bidang. Dengan kata lain, pekerjaan rumah Tim Pengadaan Tanah masih besar.

Karena itu, Agustus mendatang pemerintah akan turun langsung ke desa. Mulai 3 sampai 27 Agustus 2026, konsultasi publik akan digelar di 8 desa di Kecamatan Manuju. Dimulai dari Tana Karaeng, Pattalikang, Moncongloe, lalu berlanjut ke Buakkang, Mangempang, Bontomanai, Bilalang, dan kembali ke Moncongloe.

“Melalui konsultasi publik ini, masyarakat dapat memperoleh informasi secara utuh sekaligus menyampaikan masukan,” kata Asisten Pemerintahan Setda Sulsel Ishaq Iskandar.

Bendungan ini bukan proyek kecil. Dengan tampungan 223,60 juta meter kubik, Bendungan Jenelata ditargetkan mengairi sawah di DI Bissua dan DI Kampili, menyediakan air baku, mengendalikan banjir, hingga jadi sumber listrik dan destinasi wisata baru.

BBWS Pompengan Jeneberang mencatat, hingga kini negara sudah mengeluarkan Rp416,93 miliar untuk pembebasan lahan. Di tahun 2026 saja, 57 bidang seluas 30,92 hektare sudah dibayar senilai Rp50,64 miliar.

Meski progresnya baru 13,87 persen, Heriantono Waluyadi dari BBWS mengaku optimis. Saat ini tim juga sedang menyiapkan penerbitan penlok baru.

Harapannya satu: proses berjalan lancar, dan manfaatnya benar-benar dirasakan warga Gowa dan Sulsel.

(kamal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *