Palang Merah Indonesia dan Sekdis Kabupaten Puncak dilaporkan 7 Orang terluka karena ledakan bom di jenazah

Oplus_131072

Palang Merah Indonesia dan Sekdis Kabupaten Puncak dilaporkan 7 Orang terluka karena ledakan bom di jenazah

Puncak jaya-Busurpena.com,

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Palang Merah Indonesia (PMI) Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah dilaporkan terluka karena ledakan benda yang diduga pasang bom, dari pihak aparat keamanan rabu,6 Mei 2026 Karena Para warga bersama Tim kemanusiaan PMI kabupaten puncak itu dilaporkan terluka saat hendak mengevakuasi jenazah seorang wanita bernama Tarling Wanimbo, warga Kampung Erenggobak, Distrik Omukia yang tewas ditembak aparat keamanan saat berada di kebun pada 3 Mei 2026.Sumber dalam rekaman video yang diterima busurpena.com mengatakan, pihaknya,mengevakuasi jenazah korban setelah mendapat izin dari pihak terkait yaitu,kepolisian dan TNI di tempat kejadian disana. Demikian ari ini, rabu tanggal 6 Mei 2026, dengan izin dari semua pihak keamanan Polres, Polsek dan Dandim kami dari tim kemanusiaan PMI kabupaten puncak akan mengevakuasi jenazah korban. Mereka mempersilahkan kami untuk mengamankan jenazah yang ada di atas kebunya, Ternyata jenazah itu dipasangkan bom. kata sumber dari tim PMI,dan Sekdis, kepala kampung bersama warga dalam rekaman video yang diterima busurpena.com Rabu 6 Mei 2026 malam.Menurut sumber itu, PMI dan semua pihak hendak mengevakuasi jenazah korban karena alasan kemanusiaan,Bukan karena maksud lain.itu jelas dan Kami pergi dengan misi kemanusiaan, Sebagai orang suku lani pegunungan, kami harus amankan jenazah itu sesuai dengan aturan adat dan budaya kami,ucapnya. Dengan tujuan itu kami pergi. Tapi ternyata kami ketemu mayat itu dipasangi bom. Dari kejadian bom itu, kami ada beberapa orang terluka. Lima orang luka ringan dan dua orang luka berat karena meledak bom,punkasnya Katanya, salah satu korban yang terluka adalah sekretaris distrik dan kepala kampung kepala desa setempat. Sekretaris distrik luka bagian tangan kiri, dan kepala kampung mengalami luka bagian hidung.“Yang kami ini sesalkan adalah aparat keamanan. Sendiri,Kalau ada pasang bom begitu kenapa tidak beri tahu kepada kami supaya kami pergi angkat jenazah itu dengan berhati-hati. Sehingga Kedepan, kalau ada kejadian seperti ini jangan lagi terulang. Dan jika ada pasang bom seperti ini maka dari pihak keamanan harus beritahu kepada kami katanya, karena kami pergi mengevakuasi korban itu adalah Tim PMI dan pemerintah kecil setempat bersama masyarakat dan supaya kami juga tidak menjadi korban, seperti hari ini lagi tegasnya, dan pesan kepada Bupati,DPRD puncak untuk kampung magume distrik omukia kepala desa yang sekarang tidak boleh ganti karena untuk mengamankan dan jaga keamanan kepada masyarakat ditempat kejadiannya aman dan baik,ujurnya.

Untuk konfir pemerintah dan kepolisian setempat belum ada dalam insidennya.

Redaksi:semiron kogoya

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *