BusurPena.Com, Rabu 26 Agustus 2026
MALINAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau resmi menggelar Rapat Kerja Lintas Sektoral Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) Tahun 2026, di Ruang Laga Feratu, Rabu (26/8/2026).
Rapat yang dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H., ini menjadi momentum penting dalam upaya menekan angka penyebaran penyakit yang masuk sebagai isu prioritas daerah.
Dalam sambutannya usai membuka kegiatan, Sekda Ernes menegaskan bahwa penanggulangan TBC di Malinau tidak bisa berjalan sendiri. Ia menyebut TBC dan stunting adalah dua isu utama yang terus dibahas secara intensif bersama Dinas Kesehatan setempat.
“TBC ini penyakit yang tidak terlihat. Penyebarannya sangat cepat. Satu penderita bisa menularkan ke 10-15 orang hanya lewat komunikasi biasa. Gejalanya sederhana, batuk lebih dari 2 minggu yang sering dianggap sepele,” ujar Sekda Ernes

Untuk memastikan strategi penanganan tepat sasaran, Pemkab Malinau akan melakukan uji coba di 5 kecamatan terdekat sebagai langkah awal. Menurut Sekda, langkah ini penting untuk mengukur efektivitas intervensi sebelum diperluas ke seluruh wilayah.
Selain itu, ia juga mendorong pembangunan pilot project lintas sektor sebagai upaya mencari model penanganan terbaik bagi daerah dan masyarakat yang terindikasi TBC. Pendekatan lintas sektor dianggap krusial mengingat penanganan TBC tidak hanya soal pengobatan, tetapi juga menyangkut lingkungan, gizi, dan kesadaran masyarakat.
“Kita ingin memastikan ke depan tidak ada pasien yang terlewatkan,” tegas Ernes
Rapat kerja ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diimplementasikan secara terukur. Dengan uji coba di 5 kecamatan dan penguatan koordinasi lintas sektor, Pemkab Malinau berkomitmen menurunkan angka kasus TBC dan memberikan akses pelayanan kesehatan yang merata bagi seluruh warga.
Editor : FN – AR
Sumber : Porkompim Malinau







