Busurpena.com | Nias Barat — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP. PKK) Kabupaten Nias Barat, Nyonya Elsianna Tolosokhi Halawa, melaksanakan kunjungan monitoring terhadap Desa Binaan Usulan TP. PKK Kecamatan Mandrehe Barat Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Lasarabagawu, Kecamatan Mandrehe Barat, Kabupaten Nias Barat. Jumat (16/10/2026).
Kunjungan monitoring ini merupakan bagian dari upaya pembinaan, evaluasi, serta penguatan pelaksanaan program PKK di tingkat desa, sekaligus mendorong peningkatan kualitas administrasi dan optimalisasi pelaksanaan kegiatan yang berorientasi pada pemberdayaan keluarga dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, monitoring mencakup lima kategori utama, yakni Tertib Administrasi, PAAREDI (Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital), UP2K-PKK (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga), Aku Hatinya PKK (Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman), serta IVA Test.
Kelima kategori tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, baik melalui penguatan tata kelola organisasi, peningkatan kualitas pola asuh anak dan remaja, pemberdayaan ekonomi keluarga, pemanfaatan pekarangan rumah, maupun peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan perempuan.
Pelaksanaan monitoring di Desa Lasarabagawu menjadi momentum penting untuk meninjau kesiapan administrasi, pelaksanaan program, serta berbagai bentuk kegiatan yang telah dan sedang dijalankan oleh TP. PKK desa sesuai dengan kategori pembinaan yang ditetapkan.
Dalam arahan Bendahara TP.PKK Kabupaten Nias Barat sekaligus Kadis PMD, menyampaikan bahwa pada aspek Tertib Administrasi, perhatian diarahkan pada pengelolaan dokumen, pencatatan kegiatan, kelengkapan administrasi kelompok, serta kesesuaian pelaksanaan program dengan ketentuan yang berlaku. Administrasi yang tertata dengan baik merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan organisasi PKK yang profesional, transparan, dan akuntabel.”ujarnya.
Sementara itu, kategori PAAREDI menitikberatkan pada pentingnya penguatan peran keluarga dalam mendampingi anak dan remaja menghadapi perkembangan teknologi dan era digital. Melalui pola pengasuhan yang tepat, keluarga diharapkan mampu membangun lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.
Pada kategori UP2K-PKK, monitoring diarahkan pada upaya mendorong produktivitas serta kemandirian ekonomi keluarga melalui pengembangan usaha, pemanfaatan potensi lokal, dan peningkatan keterampilan masyarakat. Program ini diharapkan dapat membuka peluang usaha serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan keluarga.
Adapun kategori Aku Hatinya PKK menekankan pentingnya pemanfaatan pekarangan rumah secara optimal melalui penataan lingkungan yang asri, teratur, indah, dan nyaman. Selain memperindah lingkungan, pemanfaatan pekarangan juga berpotensi mendukung ketersediaan pangan keluarga dan membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat.
Pada kategori IVA Test, perhatian diberikan pada peningkatan kesadaran perempuan terhadap pentingnya deteksi dini kanker leher rahim. Edukasi dan akses terhadap pemeriksaan kesehatan yang sesuai menjadi bagian penting dalam mendorong perilaku hidup sehat serta meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan perempuan.
Kunjungan monitoring ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antara TP. PKK Kabupaten Nias Barat, TP. PKK Kecamatan Mandrehe Barat, pemerintah desa, serta seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan program pemberdayaan keluarga.
Keberhasilan program PKK tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan administrasi, tetapi juga oleh konsistensi pelaksanaan kegiatan, partisipasi masyarakat, inovasi kader, serta dukungan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.
Oleh karena itu, pembinaan secara berkelanjutan diperlukan agar setiap program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus menjadi sarana peningkatan kapasitas kader PKK dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
“Desa Lasarabagawu sebagai desa binaan usulan TP. PKK Kecamatan Mandrehe Barat Tahun 2026 diharapkan terus memperkuat komitmen dalam mengembangkan program-program PKK secara terarah, terukur, dan berkesinambungan.”Tutup Nyonya Elsianna Tolosokhi Halawa.
Melalui kunjungan monitoring ini, diharapkan pelaksanaan lima kategori pembinaan dapat semakin optimal serta menjadi pendorong bagi peningkatan kualitas tata kelola organisasi, pemberdayaan ekonomi, pendidikan keluarga, pemanfaatan lingkungan, dan kesadaran kesehatan masyarakat.
Lebih dari sekadar kegiatan evaluasi, monitoring tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan untuk membangun keluarga yang mandiri, sehat, produktif, dan sejahtera, dimulai dari lingkungan desa.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, TP. PKK diharapkan terus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat pemberdayaan keluarga serta mendukung pembangunan masyarakat yang berkelanjutan di Kabupaten Nias Barat, khususnya di Kecamatan Mandrehe Barat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh, Camat Mandrehe Barat, Firman Zai, SKM, Kasi PMD Kecamatan Mandrehe Barat, Onekhesi Zai, S.E., Ketua TP. PKK Kecamatan Mandrehe Barat, Nyonya Finis Jelita Firman Zai, Ketua TP. PKK Desa Lasarabagawu, Nyonya Yuniar Firman Gulo, Anggota TP. PKK Desa Lasarabagawu, Ketua BPD Lasarabagawu, Arieli Gulo, Sekretaris Desa, Sosiologis Gulo, dan Perangkat Desa Lasarabagawu.
(Afg)







