Perkuat Nilai Tambah Hasil Perkebunan, Koperasi dan Masyarakat Didorong Bangun Industri Pengolahan

Busurpena.com, Kamis 22 Oktober 2026

BULUNGAN – Upaya memperkuat hilirisasi sektor perkebunan terus didorong Pemerintah Kabupaten Bulungan. Koperasi dan masyarakat desa diminta tidak lagi hanya menjadi pengumpul hasil panen, tetapi berani mengambil peran sebagai pelaku industri pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas, khususnya kelapa sawit.

Dorongan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, Kristianto, S.P, M.T  dalam Musyawarah Desa (Musdes) yang digelar Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Timur, di Gedung BPU Desa Tanah Kuning, Kamis (22/10/2026).

Dalam forum tersebut, Kristianto menegaskan paradigma koperasi harus berubah. Jika selama ini koperasi identik dengan kegiatan pengumpulan komoditas mentah, ke depan koperasi dituntut mampu membangun dan mengelola sendiri unit usaha pengolahan di wilayah masing-masing.

“Saat ini sudah bukan saatnya lagi koperasi sekadar bertindak sebagai petani atau pengumpul komoditas mentah. Koperasi harus mampu mengambil peluang dengan membangun serta mengelola industri pengolahan sendiri di wilayah masing-masing,” ujar Kristianto.

Menurutnya, percepatan industri pengolahan hasil perkebunan menjadi kunci agar nilai ekonomi yang diterima petani lebih optimal. Selama ini, hasil perkebunan seperti kelapa sawit masih banyak dijual dalam bentuk bahan mentah atau Crude Palm Oil (CPO) tanpa proses lanjutan.

Padahal, dengan adanya hilirisasi di tingkat koperasi dan masyarakat, komoditas tersebut dapat diolah menjadi produk turunan yang memiliki standar kualitas lebih baik, nilai jual lebih tinggi, dan daya saing yang kuat baik di pasar nasional maupun internasional.

“Ke depan, kita ingin ada percepatan industri pengolahan hasil perkebunan. Koperasi tidak hanya mengumpulkan hasil panen, tetapi juga mendorong bagaimana agar perkebunan dan hilirisasi produk dapat berjalan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kristianto menilai hilirisasi yang dikelola langsung oleh koperasi akan mengubah peta perekonomian petani. Jika pengolahan dilakukan di desa, perputaran ekonomi akan tetap berada di tingkat lokal dan membuka lapangan kerja baru.

“Kita ingin masyarakat dan koperasi memiliki produk yang bernilai tambah tinggi. Produk tersebut punya kualitas, sehingga bisa dijual ke mana saja,” pungkasnya.

Musdes Desa Tanah Kuning sendiri menjadi forum strategis untuk menyelaraskan program pembangunan desa dengan arah kebijakan pemerintah daerah, terutama dalam penguatan ekonomi kerakyatan berbasis potensi perkebunan.

Editor  : BP – AR

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *