MAKASSAR,BusurPena.Com |- Setelah berhari-hari diselimuti terik dan debu, langit Makassar akhirnya menurunkan hujan. Guntur menggema, hujan pun turun. Rintik demi rintik air membasahi jalan, atap rumah, hingga lahan yang mulai mengering, Selasa (27/10/2025).
Suara guntur yang menggelegar menjadi tanda bahwa langit menjawab doa warga. Dalam sekejap, suasana kota yang tadinya panas menyengat berubah menjadi sejuk dan syahdu.
Sontak warga bersyukur. Di berbagai sudut kota, ucapan _Alhamdulillah_ menggema. Ada yang menengadahkan tangan ke langit, ada yang tersenyum dari balik warung, dan ada pula yang merekam momen hujan lalu mengunggahnya ke media sosial dengan caption “Hujan Berkah”.
Hujan bukan sekadar air. Bagi warga Makassar, hujan adalah penyejuk setelah kegersangan, penghapus debu, dan pengharapan baru bagi petani, pedagang, dan semua yang menggantungkan hidup pada alam.
“Alhamdulillah, Ya Allah. Hujan turun membawa rahmat,” ujar salah seorang warga di Jalan Tinumbuh, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, saat guntur masih terdengar bersahutan.
Warga berharap hujan yang turun ini menjadi hujan yang membawa manfaat, bukan bencana. Hujan yang penuh berkah, bukan sekadar basah.
Allahumma shoyyiban nafi’an. Semoga hujan ini membawa kebaikan untuk kita semua.
(Kamal)







