Kapolda Kaltara Hadiri Tudang Sipulung KKSS, Angkat Warga Sulsel Jadi Duta Kamtibmas

Busurpena.com, Rabu 28 Oktober 2026

TANJUNG SELOR – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara, Brigjen Pol. Andi Syahriful Taufik, S.I.K., M.Si., menghadiri acara Tudang Sipulung Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Kalimantan Utara di Hotel Pangeran Khar, Tanjung Selor, Bulungan, Rabu ( 28/10/26 )

Dalam sambutannya, Kapolda mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga asal Sulawesi Selatan yang berdomisili di Kaltara, untuk senantiasa menjadi pelopor kebaikan dan menjaga kerukunan antar umat beragama maupun suku. Ia juga menekankan pentingnya menjaga nama baik dan martabat perantau dengan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal di mana pun berada.

Kapolda mengapresiasi kontribusi masyarakat Sulawesi Selatan yang selama ini berperan besar dalam sektor perdagangan, wirausaha, serta pembangunan di Kalimantan Utara. Menurutnya, keberhasilan para perantau merupakan buah dari kerja keras dan sikap adaptif yang tinggi.

Sebagai bentuk kehormatan, Kapolda Kaltara secara resmi menyematkan tiga gelar kehormatan kepada perwakilan warga Sulsel yang tergabung dalam KKSS, yakni sebagai Duta Kamtibmas, Duta Polisi Bersama Masyarakat, dan Duta Penebar Kebaikan.

“Gelar ini adalah bentuk penghargaan dari kami untuk bapak-bapak dan ibu-ibu semuanya. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa melindungi kita semua,” ujarnya.

Melalui momentum Tudang Sipulung tersebut, Kapolda berharap sinergi antara kepolisian dan masyarakat terus terjalin erat dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan sosial di wilayah Provinsi Kalimantan Utara. Ia juga menilai nilai-nilai budaya dan falsafah hidup masyarakat Sulawesi Selatan seperti prinsip Lempu (jujur) dan Getteng (teguh pendirian) sejalan dengan prinsip penegakan hukum dan keharmonisan sosial.

Kapolda menyoroti realitas demografi di Kaltara, di mana sekitar 35 persen penduduknya merupakan perantau asal Sulawesi Selatan yang tersebar di Tarakan, Nunukan, Malinau, Bulungan, hingga Tana Tidung. Kehadiran warga Sulsel, kata dia, mudah ditemui di berbagai sektor kehidupan maupun instansi pemerintahan.

Di sisi lain, Kapolda memberikan catatan tegas terkait pemberantasan tindak pidana, khususnya peredaran gelap narkoba. Ia menyatakan tidak akan memberikan toleransi bagi siapa pun, termasuk warga asal Sulsel, yang terbukti terlibat jaringan narkoba.

“Namun, kepolisian akan senantiasa mengayomi dan memberikan perlindungan yang adil bagi seluruh warga perantau yang mencari nafkah secara halal dan taat hukum di Bumi Benuanta,” tegasnya.

Di akhir kegiatan, jenderal bintang satu tersebut juga mengapresiasi berbagai penghargaan adat yang diberikan masyarakat, termasuk dari suku Dayak dan lembaga adat setempat, sebagai bentuk sinergi kuat antara aparat penegak hukum dan masyarakat adat di Kalimantan Utara.

Editor  : BP – AR

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *