Bawaslu Kabupaten Tangerang Gelar Pendidikan Pengawasan Pemilu di Jambe, Libatkan Ormas, Lembaga dan Insan Pers

 

KABUPATEN TANGERANG — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tangerang menggelar kegiatan Pendidikan Pengawasan Pemilu di Aula Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Senin (21/9/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Demokrasi di Tengah Dinamika Politik: Menjaga Partisipasi, Kebebasan Sipil dan Ketertiban Publik.”

Hadir dalam kegiatan tersebut Divisi PP Bawaslu Kabupaten Tangerang MK. Ulumidin, Arinto dari Reskrim Polresta Tangerang, Alumni GAKOMDU Kabupaten Tangerang, serta Ahmad Suhud selaku narasumber.

Kegiatan juga dihadiri perwakilan berbagai organisasi masyarakat dan lembaga, di antaranya Pemuda Pancasila, BPPKB, Laskar Pendekar Banten Sejati (Lapbas), LSM BP2A2N, serta perwakilan masyarakat Kecamatan Jambe.

Selain itu, turut hadir insan pers dari berbagai media yang bertugas di wilayah Kecamatan Jambe.

Kehadiran unsur organisasi masyarakat, lembaga, insan pers dan masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman mengenai pentingnya pengawasan pemilu secara partisipatif, sekaligus menjaga kebebasan sipil dan ketertiban publik dalam kehidupan demokrasi.

Ahmad Suhud, Masyarakat Jangan Hanya Menjadi Penonton

Dalam penyampaian materinya, Ahmad Suhud menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga proses demokrasi.

“Masyarakat jangan hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi. Partisipasi masyarakat sangat penting, termasuk dalam melakukan pengawasan. Namun tentunya partisipasi tersebut harus dilakukan dengan tetap menjunjung kebebasan berpendapat, aturan hukum dan ketertiban publik,” ujar Ahmad Suhud.

Menurutnya, pendidikan pengawasan pemilu menjadi ruang penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hak, kewajiban dan peran mereka dalam proses demokrasi.

Keterlibatan berbagai elemen, mulai dari organisasi masyarakat, lembaga, insan pers hingga masyarakat, juga dinilai dapat memperkuat pengawasan partisipatif di tingkat lingkungan.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dan diwarnai dengan sesi tanya jawab. Para peserta diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan maupun pandangan kepada para narasumber terkait dinamika demokrasi, partisipasi masyarakat, kebebasan sipil serta ketertiban publik.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi yang berlangsung terbuka tersebut.

Acara kemudian dilanjutkan dengan foto bersama yang diikuti para narasumber, jajaran Bawaslu, perwakilan organisasi masyarakat, lembaga, insan pers dan masyarakat yang hadir.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pemahaman masyarakat mengenai pengawasan pemilu semakin meningkat serta mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam mengawal proses demokrasi secara partisipatif, tertib dan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

(Andi jk)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *