Busurpena.com, Sabtu 03 Oktober 2026
TARAKAN – Perselisihan internal yang sempat melibatkan sejumlah tokoh dan organisasi kekerabatan Sulawesi Selatan di Kalimantan Utara akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.
Ketua Kerukunan Keluarga Besar Makassar (KKBM) Provinsi Kalimantan Utara, H. Najamuddin, S.E atau yang akrab disapa H. Lontong, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dalam pertemuan silaturahmi yang digelar di kediaman Hasbudi, Tarakan, Sabtu malam (3/10/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah pengurus dan tokoh masyarakat Sulawesi Selatan, di antaranya Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Tarakan, dr. Hasbi, serta sejumlah ketua pilar KKSS.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Kedua pihak sepakat mengakhiri persoalan yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik serta tidak memperpanjang permasalahan tersebut.
“Dengan rendah hati kami bermohon maaf. Kami juga manusia biasa yang tak lepas daripada kata khilaf,” ujar H. Najamuddin.
Ia mengaku menyesali kejadian yang terjadi dan menyadari bahwa tindakan tersebut tidak semestinya dilakukan. Menurutnya, warga Sulawesi Selatan di perantauan merupakan satu keluarga besar yang harus menjaga hubungan persaudaraan.
“Kami selaku Ketua KKBM Kaltara sangat menyesali sebetulnya dengan perilaku ini. Namanya kita manusia biasa tidak luput daripada kata khilaf dan salah,” katanya.

H. Najamuddin juga menjelaskan bahwa setelah kejadian tersebut, kedua pihak sebenarnya telah melakukan penyelesaian secara langsung dengan saling berjabat tangan dan berpelukan.
“Tidak pernah kami menganggap masalah ini panjang, karena selesai kejadian itu kami sudah selesaikan secara berdua, yaitu salaman dan berpelukan,” tegasnya.
Hasbudi: Persoalan Diselesaikan Secara Kekeluargaan
Dalam pertemuan tersebut, Hasbudi, S.Sos., M.H., juga menyampaikan permintaan maaf. Ia mengatakan telah berupaya membangun komunikasi selama kurang lebih satu bulan terakhir agar persoalan dapat diselesaikan secara kekeluargaan.
Menurut Hasbudi, sejumlah pihak turut mendorong agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut dan dapat diselesaikan melalui komunikasi serta silaturahmi.
“Sebenarnya banyak, berapa kali saya datang ke Tarakan, saya sudah membuat komunikasi. Permasalahan ini sebenarnya tidak besar, hanya selalu digoreng oleh orang-orang di bawah agar permasalahan ini tidak selesai,” ujar Hasbudi.
Ia menegaskan, setelah kedua pihak kembali bertemu dalam suasana silaturahmi, persoalan tersebut dianggap selesai.
“Saya hanya meminta masukan kepada orang tua, tapi kalau untuk mengendalikan, saya mengendalikan diri sendiri. Saya pikir masalah ini hari ini kita tutup dan jangan lagi diceritakan di kemudian hari. Anggap permasalahan ini tidak pernah terjadi,” katanya.
KKSS Tarakan Dorong Soliditas
Ketua KKSS Kota Tarakan, dr. Hasbi, menyambut baik terselenggaranya pertemuan tersebut. Ia bersyukur silaturahmi dapat berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan soliditas antarpengurus maupun pilar-pilar KKSS di Kota Tarakan.
“Alhamdulillah pada intinya kita silaturahmi, berkumpul bersama, saling tukar pikiran dan pandangan. Apa yang menjadi harapan kita malam ini terkait soliditas di dalam KKSS ini dapat tercapai,” ujar dr. Hasbi.

Ia juga menegaskan bahwa hubungan internal organisasi sejauh ini berjalan harmonis. Menurutnya, persoalan yang sebelumnya mencuat lebih kepada persoalan komunikasi.
“Semua kita tidak ada masalah, dan memang dari awal sebetulnya tidak ada masalah,” tegasnya.
Pertemuan kemudian ditutup dengan kesepakatan untuk saling memaafkan dan tidak lagi memperpanjang persoalan yang telah terjadi.
H. Najamuddin berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bersama sekaligus menjadi yang pertama dan terakhir. Ia mengajak seluruh warga Sulawesi Selatan di Kalimantan Utara untuk menyelesaikan setiap persoalan dengan kepala dingin dan mengedepankan persaudaraan.
“Mungkin itu saja, lebih dan kurangnya kami mohon maaf,” tutupnya.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga persatuan, silaturahmi, dan kerukunan warga Sulawesi Selatan di perantauan, khususnya di Kalimantan Utara.
Editor : BP – AR







