MATARAM, BusurPena.com — Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) terus memantapkan langkahnya dalam memperkuat jejaring akademik global. Bekerja sama dengan University of Canberra, Australia, UNDIKMA bersiap menggelar rangkaian kegiatan ilmiah internasional berupa Academic Sharing Session & Reflective Discussion serta International Guest Lecture yang akan dihelat pada pekan ini di Kampus UNDIKMA, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kolaborasi lintas negara ini mengusung tema besar mengenai transformasi pendidikan, literasi riset, serta pemanfaatan kecerdasan buatan generatif (Generative Artificial Intelligence / GenAI) dalam dunia akademik dan pembelajaran matematika.

Dua Agenda Utama Akademik Internasional
Berdasarkan jadwal resmi, rangkaian kegiatan kolaborasi internasional ini akan terbagi dalam dua sesi utama:
1. Academic Sharing Session & Reflective Discussion
- Tema: “Dari ELPSA ke Era GenAI: Merefleksikan Apa yang Berubah dan Apa yang Tetap Penting dalam Pembelajaran Matematika”
- Hari/Tanggal: Rabu, 23 September 2026
- Waktu: 09.00–12.00 WITA
- Lokasi: Universitas Pendidikan Mandalika, Mataram, NTB
2. International Guest Lecture
- Tema: “From Generation to Judgment: Rethinking Research Skills in the Age of AI”
- Hari/Tanggal: Kamis, 24 September 2026
- Waktu: 09.00–12.00 WITA
- Lokasi: Universitas Pendidikan Mandalika, Mataram, NTB
Hadirkan Pakar Pendidikan Matematika dari Australian
Sebagai narasumber utama dalam kedua forum bergengsi ini, UNDIKMA menghadirkan akademisi terkemuka asal Australia, A/Prof. Sitti Maesuri Patahudin, Ph.D. dari University of Canberra. Kehadiran beliau diharapkan mampu memberikan sudut pandang global bagi sivitas akademika, khususnya dalam menyikapi pergeseran paradigma pendidikan dari metode konvensional menuju era digital berbasis GenAI.
Melalui sesi Academic Sharing, peserta akan diajak merefleksikan kembali praktik pembelajaran matematika—mulai dari kerangka kerja ELPSA hingga adaptasi teknologi cerdas—sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek fundamental manusia yang tetap tidak tergantikan oleh mesin.
Sementara itu, dalam International Guest Lecture keesokan harinya, fokus bahasan akan diperluas pada peninjauan kembali keterampilan riset (research skills), di mana kemampuan berpikir kritis, analisis, dan penilaian (judgment) menjadi kunci utama di tengah masifnya arus informasi yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan.
Mengusung semangat “International Collaboration for Smaller and Stronger Mathematics Education”, kegiatan ini terbuka bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa. Agenda ini tidak hanya menjadi ruang dialog akademik yang konstruktif, tetapi juga wujud nyata komitmen UNDIKMA dalam memperluas wawasan global serta memperkaya pengalaman riset bertaraf internasional.
Dengan adanya kolaborasi ini, sivitas akademika UNDIKMA diharapkan semakin siap menghadapi tantangan zaman, mengoptimalkan teknologi secara bijak, serta melahirkan inovasi-inovasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi masa depan. (SS)
Kaperwil NTB: ASFARAN








