MAKASSAR,busurpena.com| – Siang itu suasana Pa’batang, Mamajang mendadak panik. Kepulan asap tebal membumbung tinggi dari kawasan Asrama Kodam Mattoangin, Jalan Padjonga Daeng Ngalle. Dalam hitungan menit, api melahap 35 unit rumah barak warga.
Peristiwa itu terjadi Selasa sekitar pukul 13.00 WITA. Kobaran api baru bisa dijinakkan petugas sekitar pukul 15.00 WITA.
Kepala Dinas Damkarmat Makassar, Fadli Wellang, menyebut pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 13.40 WITA. Sebanyak 26 armada dan 78 personel langsung diterjunkan.
“Data awal 23 unit. Setelah di lapangan dan asesmen ulang, total yang terdampak 35 unit rumah barak,” jelas Fadli.
Petugas mengaku kesulitan. Gang menuju lokasi sempit, hanya cukup dilalui orang. Ditambah angin kencang siang itu membuat api cepat merambat dari satu barak ke barak lain.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki. Namun Fadli menduga kuat akibat korsleting listrik.
“Informasinya tadi sempat mati lampu karena pemadaman bergilir. Begitu listrik menyala, tidak lama kemudian muncul api. Tapi ini masih perkiraan, penyelidikan masih jalan,” ujarnya.
Komandan Koramil 1408-06/Mamajang, Mayor Arh Jamaluddin, mengatakan penghuni barak berhamburan keluar menyelamatkan diri. Tidak ada waktu untuk menyelamatkan barang.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Untuk sementara warga kami arahkan ke lapangan tengah asrama dan masjid,” kata Jamaluddin.
BPBD Kota Makassar bergerak cepat melakukan pendataan dan asesmen. Dari musibah ini, 2 orang dilaporkan menjadi korban.
Satu warga mengalami sesak napas karena menghirup asap tebal dan langsung dilarikan ke RS Bhayangkara. Sementara satu warga lainnya mengalami luka robek di dahi dan kini mendapat perawatan di RSUD Labuang Baji.
Kini, 35 kepala keluarga harus kehilangan tempat tinggal. Pemkot Makassar bersama TNI dan BPBD masih mengupayakan bantuan darurat dan tempat relokasi lanjutan bagi para korban.
(KKI)








