TAKALAR, SULSEL,Sabtu 11 Juli 2026
busurpena.com|— Mahasiswa Universitas Hasanuddin yang tergabung dalam KKN Tematik Literasi 116 melaksanakan program pemberdayaan literasi di Desa Soreang, Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar*. Kegiatan ini fokus pada pemanfaatan bahan bacaan bantuan buku bermutu untuk menumbuhkan minat baca anak dan masyarakat desa.
Tim KKN Tematik Literasi 116 Desa Soreang terdiri dari:
1. AL GAZHALI – Koordinator Desa
2. PUTRI – Sekretaris Posko
3. ST ENY NURAENI – Bendahara Posko
4. RASMIANI – PDD
5. MUHAMMAD KAMIL YUSUF AL-BAHTIMY – Perlengkapan
6. YUNITA DWI PRATIWI.A – Humas
Selama di desa, mahasiswa KKN Unhas menginisiasi berbagai kegiatan literasi yang melibatkan siswa SD dan warga, yaitu:
Pemanfaatan Bahan Bacaan Bantuan Buku Bermutu, terdiri dari kegiatan:
a. Membaca Nyaring.
Sesi membacakan cerita bersama anak-anak untuk melatih kemampuan menyimak dan memahami isi buku.
b. Cerdas Mengulas Buku.
Diskusi dan bedah buku sederhana agar anak mampu menyampaikan pendapat tentang isi bacaan.
c. Membuat Proyek Berbasis Isi Buku Bacaan
Anak diajak membuat karya kreatif seperti poster, diorama, atau kerajinan dari isi buku yang dibaca.
d. Menulis Cerita Berbasis Buku Bacaan
Menumbuhkan kreativitas menulis dengan membuat cerita baru terinspirasi dari buku yang sudah dibaca.
e. Kunjungan Literasi Murid Sekolah Dasar atau Pendidikan Dasar Lainnya ke Perpustakaan Desa/TBM
Mengenalkan fungsi perpustakaan desa sebagai pusat belajar dan sumber bacaan.
f. Apresiasi Literasi Tingkat Desa
Kegiatan puncak berupa lomba baca puisi, storytelling, dan pameran proyek literasi untuk mengapresiasi hasil belajar anak.
AL GAZHALI selaku Koordinator Desa KKN Tematik Literasi 116 menyampaikan bahwa program ini bertujuan menjadikan Desa Soreang sebagai desa yang melek literasi.
“Kami ingin buku-buku bermutu ini benar-benar dimanfaatkan. Tidak hanya dibaca, tapi juga diulas, diproyekkan, dan ditulis kembali oleh anak-anak,” ujarnya.
Antusiasme warga dan siswa SD Desa Soreang cukup tinggi. Diharapkan kegiatan ini bisa berkelanjutan dan didukung oleh perangkat desa serta pengelola Perpustakaan Desa/TBM.
(kamal)








