PANGKEP,SULSEL, busurpena.com|— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan papan informasi potensi desa berbasis bilingual di Kelurahan Attangsalo, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
Program kerja individu tersebut dilaksanakan oleh Della Sari, mahasiswa Program Studi Sastra Prancis, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin, sebagai media informasi dan promosi potensi lokal.
Gunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Prancis
Papan informasi yang menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Prancis ini dibuat untuk memperkenalkan potensi Kelurahan Attangsalo kepada masyarakat dan pengunjung.
Informasi yang disajikan mencakup gambaran umum wilayah serta potensi pertanian, perkebunan, sumber air, peternakan, perikanan, dan jeruk pamelo sebagai salah satu komoditas lokal unggulan.
Della Sari mengatakan, penggunaan Bahasa Prancis menjadi bagian dari inovasi program sekaligus penerapan keahlian yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Program Studi Sastra Prancis.
“Saya ingin memanfaatkan ilmu yang saya pelajari di Sastra Prancis untuk memperkenalkan potensi Kelurahan Attangsalo melalui media yang sederhana, tetapi dapat memberikan informasi kepada masyarakat secara lebih luas,” ujarnya.
Proses dan Penempatan Strategis
Dalam pelaksanaannya, informasi mengenai potensi lokal dikumpulkan melalui pengamatan dan identifikasi di lapangan. Data tersebut kemudian dirangkum dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Prancis sebelum disusun menjadi desain papan informasi.
Papan informasi tersebut ditempatkan di perbatasan memasuki wilayah Kelurahan Attangsalo, sehingga dapat dilihat oleh masyarakat maupun pengunjung yang datang. Keberadaan papan diharapkan dapat terus dimanfaatkan setelah berakhirnya masa KKN sebagai media informasi dan promosi potensi kelurahan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-T 116 Unhas berharap informasi mengenai potensi Kelurahan Attangsalo dapat lebih mudah dikenal sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi potensi lokal.
(Kamal)








