SAMARINDA, BusurPena.com — Momentum Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kota Samarinda diwarnai dengan gelombang kepedulian sosial yang luar biasa. Ribuan jamaah tumpah ruah memadati Masjid Jami Al-Ma’ruf, Jalan Ir. H. Juanda, Samarinda, untuk mengikuti Tabligh Akbar yang menghadirkan penceramah nasional kondang, Ustadz Dr. H. Das’ad Latif, S.Sos., S.Ag., M.Si., Ph.D., Minggu (20/9/2026).

Mengusung tema utama “Sholawat untuk Nabi, Doa untuk Indonesia dan Palestina”, acara yang sarat makna ini tidak hanya menjadi ruang pencerahan rohani, tetapi juga aksi nyata kemanusiaan. Dalam kegiatan tersebut, diselenggarakan penggalangan donasi serentak yang difokuskan untuk program wakaf sumur air bersih di Gaza, Palestina, serta gerakan tanggap bencana nasional “Bangun Harapan” di Indonesia. Total dana kemanusiaan yang berhasil dihimpun dari jamaah dan para dermawan pada hari itu sukses mencapai Rp61.829.800.

Dihadiri Tokoh Penting dan Pemimpin Daerah
Tabligh akbar ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran tokoh penting Kalimantan Timur. Tampak hadir Ketua Umum Badan Pengelola Islamic Centre (BPIC) Kaltim juga Gubernur Pertama Kalimantan Utara Periode 2016 -2021, Dr. Ir. H. Irianto Lambrie, M.M., bersama Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Kaltim yang juga Rektor Universitas Mulawarman periode 2014–2022, Prof. Dr. H. Masjaya, M.Si., serta Ketua Alumni KPMKT, Achmad Husry.

Pemerintah Kota Samarinda juga tampak hadir memberikan dukungan penuh. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Syamsu Nur, yang hadir mewakili Wali Kota Samarinda, mengapresiasi tinggi inisiatif kegiatan keagamaan yang memadukan dzikir, selawat, dan kepedulian global ini.
“Terima kasih sekali lagi kepada panitia. Insyaallah pada acara donasi ini pemerintah kota akan turut andil. Namun saya tidak elok menyebut angka, tapi insyaallah akan turut andil dalam hal membantu saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Syamsu Nur di hadapan para jamaah.
Pesan Mendalam Ustadz Das’ad Latif: Dari Gaya Hidup hingga Solidaritas Global
Dalam ceramahnya yang khas, bernas, dan sarat humor segar namun menohok, Ustadz Das’ad Latif mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai sarana introspeksi diri secara menyeluruh. Ia mengingatkan bahwa setiap manusia tidak luput dari kesalahan dan dosa, sehingga sudah sepatutnya memperbanyak amal saleh, menghadiri majelis ilmu, serta memperbanyak selawat kepada Rasulullah SAW.
“Mana ada yang tidak ada dosanya? Semua kita punya dosa. Saya banyak juga dosaku,” ucap Das’ad Latif, disambut anggukan khidmat para jamaah.
Beberapa poin penting dan hikmah yang disampaikan Ustadz Das’ad Latif dalam tabligh akbar tersebut meliputi:
1. Meneladani Akhlak Rasulullah – Umat Islam diminta benar-benar mengaplikasikan sunnah dan akhlak Nabi dalam kehidupan bermasyarakat, berumah tangga, dan bernegara.
2. Koreksi Gaya Hidup – Beliau menyoroti bahwa berbagai keluhan kesulitan ekonomi terkadang bukan murni karena kemiskinan, melainkan akibat gaya hidup konsumtif. Ia menyarankan jamaah untuk memperbaiki manajemen keuangan dan memperbanyak sedekah.
3. Investasi Abadi (Anak Shaleh) –Beliau mengingatkan bahwa harta dan jabatan bukanlah jaminan keselamatan akhirat, melainkan doa dari anak yang saleh dan salihah.
4. Keharmonisan Keluarga – Ustadz Das’ad juga memberikan pesan bijak tentang bagaimana memuliakan pasangan hidup dan menjaga hubungan baik dengan mertua meneladani teladan Rasulullah SAW.
5. Bermedia Sosial– Di era digital, beliau berpesan agar masyarakat lebih arif memanfaatkan teknologi dan gawai untuk menyebarkan ilmu yang bermanfaat alih-alih membuang waktu pada hal yang sia-sia.
Kemeriahan dan kekhusyukan acara ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa Indonesia serta kedamaian bagi rakyat Palestina yang terus berjuang di tengah krisis kemanusiaan. Keberhasilan penggalangan dana hampir mencapai 62 juta rupiah membuktikan bahwa kepedulian sosial masyarakat Samarinda memiliki kepedulian yang tinggi terhadap sesama, merajut ukhuwah Islamiyah melintasi batas geografis. (SS)
Laporan: Sahbudiman
Kaperwil NTB: Asfaran







