BusurPena.com, Sabtu 19 September 2026
TARAKAN — Pemerintah Kota Tarakan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Manajemen Perkoperasian bagi pengurus koperasi se-Kota Tarakan.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 17–19 September 2026, tersebut mengusung tema “Transformasi Koperasi: Modern, Digital, dan Kolaboratif.”
Diklat ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Tarakan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia koperasi, khususnya dalam memperkuat tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan berkelanjutan.
Kegiatan dibuka sekaligus ditutup oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kota Tarakan, Jumanto, S.E. Sementara Makhyusannoor hadir sebagai narasumber dengan materi seputar manajemen perkoperasian, penguatan kelembagaan, serta peningkatan kompetensi pengurus dalam menghadapi tantangan pengelolaan koperasi di era modern, Sabtu ( 19/09/26 ).
Salah satu agenda dalam diklat tersebut yakni simulasi Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang dikemas menyerupai pelaksanaan RAT sebenarnya.
Simulasi melibatkan sekitar 17 peserta dari unsur pengurus dan anggota koperasi di Kota Tarakan. Peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, tetapi juga diajak mempraktikkan langsung mekanisme pelaksanaan RAT.
Dalam simulasi tersebut, Ridwan Bansir, S.Sos., berperan sebagai Ketua Koperasi SIMPATIK yang menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan.
Sementara Abdul Manan berperan sebagai Ketua Dewan Pengawas dan Yudianto bertindak sebagai pimpinan rapat.
Simulasi berlangsung interaktif. Peserta diperlihatkan bagaimana proses penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus, laporan pengawasan, hingga mekanisme rapat anggota.
Ridwan Bansir menilai metode simulasi tersebut memberikan pengalaman praktis bagi peserta karena suasana yang dibangun menyerupai RAT sebenarnya.
“Simulasi RAT yang dilaksanakan dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban Ketua Koperasi dan laporan pengawasan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Suasananya seolah-olah kami sedang melaksanakan RAT yang sesungguhnya,” ujar Ridwan.
Ia berharap Diklat Manajemen Perkoperasian dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga para pengurus koperasi memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai tata kelola koperasi.
Menurutnya, pelatihan tersebut juga sangat membantu koperasi yang masih tergolong baru dalam mempersiapkan pengurus menjalankan organisasi secara profesional.
“Mudah-mudahan Diklat Manajemen Perkoperasian ini dapat terus berlanjut ke depannya, sehingga kami semakin memahami tata kelola koperasi dengan baik. Terlebih bagi kami di Koperasi Benuanta Jaya Utama yang masih tergolong baru, kegiatan seperti ini sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan kami dalam mengelola koperasi secara profesional,” katanya.
Hal senada disampaikan Abdul Manan. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebatas pelatihan, tetapi menjadi bagian dari proses penguatan gerakan koperasi di Kota Tarakan.
“Kegiatan Manajemen Perkoperasian ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pelatihan semata, tetapi dapat menjadi langkah awal dalam membangun gerakan koperasi yang lebih solid, mandiri, transparan, dan berkelanjutan,” ujar Abdul Manan.
Ia menilai peningkatan kapasitas pengurus menjadi salah satu faktor penting dalam membangun tata kelola koperasi yang sehat dan profesional serta mampu memberikan manfaat bagi anggota.
Karena itu, ia berharap Pemkot Tarakan dapat terus mengembangkan kegiatan serupa sebagai ruang pembelajaran sekaligus penguatan kelembagaan bagi koperasi di daerah.
Pemkot Tarakan juga diharapkan terus memperkuat pembinaan dan pendampingan koperasi, baik dari sisi kelembagaan maupun pengembangan usaha.
Dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia dan penerapan tata kelola yang baik, koperasi diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan, mengembangkan usaha, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi anggota dan masyarakat.
Transformasi koperasi menuju tata kelola yang modern, digital, dan kolaboratif pun diharapkan menjadi fondasi bagi penguatan daya saing koperasi di tengah perkembangan ekonomi dan teknologi.
Diklat tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi agenda pelatihan, tetapi mampu melahirkan pengurus koperasi yang lebih kompeten serta memperkuat gerakan koperasi di Kota Tarakan secara berkelanjutan.
Editor ; BP – AR







