MAKASSAR,BusurPena.com|— Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pengusaha Pers Indonesia (APPI) Sulawesi Selatan hadir dengan undangan resmi dalam kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) TNI dengan Komnas HAM dan Komponen Masyarakat TA 2026.
Kegiatan strategis ini digelar di Ballroom Hotel Horison Ultima Makassar, Jl. Jenderal Sudirman, Makassar, Kamis (8/10/2026) pagi.
Mengusung tema “Sinergitas Komponen Masyarakat dalam Mewujudkan Asta Cita untuk Indonesia Maju dan Berdaulat”, kegiatan ini mempertemukan berbagai unsur. Pantauan BusurPena di lokasi, hadir jajaran TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, Kodam XIV/Hasanuddin, Komnas HAM, Ormas, LSM, komunitas, hingga insan pers dan pengusaha media.
Dari unsur pengusaha pers, hadir langsung Ketua DPW APPI Sulsel Muh Ali Sakti,A.Md., C.LA-D bersama Sekretaris Kamaluddin.
Materi utama dalam Komsos ini disampaikan oleh Bpk. Dr. H. Adi Suryadi Culla, MA., Dosen Pascasarjana Ilmu Politik dan Hubungan Internasional.
Dalam pemaparannya, Dr. H. Adi Suryadi Culla menekankan beberapa isu strategis nasional.
Pertama, tentang peran TNI dalam menghadapi perubahan paradigma keamanan. Tantangan keamanan saat ini tidak hanya ancaman militer konvensional, tetapi juga menyentuh aspek _human security_ — keamanan ekonomi, pangan, kesehatan, lingkungan, sosial, individu dan politik.
Kedua, tentang program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah strategis dalam pembangunan SDM, pengurangan malnutrisi dan stunting, peningkatan prestasi belajar anak, sekaligus menggerakkan perekonomian lokal melalui keterlibatan UMKM, petani dan nelayan.
Ketiga, implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto sebagai visi besar Indonesia Maju dan Berdaulat.
Pemaparan Dr. Adi Suryadi Culla mendapat antusias tinggi dari peserta, terlihat dari sesi dialog dan tanya jawab yang berlangsung aktif dan terbuka.
Keterlibatan insan pers dalam kegiatan tersebut tidak berhenti pada kehadiran maupun dokumentasi bersama. Pers memiliki posisi penting sebagai pemberi kabar kepada masyarakat secara faktual, berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam suasana kebersamaan tersebut, Ketua DPW APPI Sulsel Muh Ali Sakti menilai pertemuan lintas elemen seperti Komsos TNI memiliki makna penting bagi dunia pers.
“Ketika media berkumpul dan bersatu, yang terjadi bukan sekadar foto bersama — tapi kekuatan mencari kebenaran,” tegas Muh Ali Sakti.
Menurutnya, pers memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan informasi yang diterima masyarakat tidak berhenti sebagai kabar, tetapi menjadi informasi yang memiliki nilai edukasi dan kepentingan publik.
“Media harus hadir memberikan kabar kepada masyarakat. Karena itu, kebersamaan ujarnya.
“TNI membangun sinergi dengan berbagai komponen masyarakat. Pers juga harus mampu membangun kebersamaan. Ketika media berkumpul dan bersatu, kita tidak hanya menghasilkan sebuah foto bersama, tetapi membangun kekuatan untuk mencari, mengawal dan menyampaikan kebenaran,” tegasnya lagi.

Suasana keakraban semakin terlihat ketika sejumlah peserta dari berbagai unsur berfoto bersama di depan Ballroom Krakatau. Bagi APPI Sulsel, foto bersama tersebut bukan sekadar dokumentasi seremonial, melainkan simbol bahwa TNI, pers, ormas, LSM, komunitas dan masyarakat memiliki ruang untuk duduk bersama, berdialog dan membangun komunikasi.
Sekretaris DPW APPI Sulsel, Kamaluddin, turut menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik antara pers dan seluruh komponen masyarakat
“Kami dari APPI Sulsel mendukung kegiatan seperti ini. Ruang komunikasi antara TNI, pers dan masyarakat harus terus dibangun. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa saling memahami peran masing-masing dan bersama-sama menjaga suasana yang kondusif,” ungkap Kamaluddin.
Kegiatan Komsos TNI dengan Komponen Masyarakat TA 2026 di Kota Makassar tersebut pun menjadi momentum memperkuat hubungan lintas elemen. Dan bagi insan pers, kebersamaan itu memiliki satu tanggung jawab tambahan: hadir, melihat, mendengar, lalu memberitakan kepada masyarakat.
(Kamal)







