Diduga Ditabrak Oknum Aparat, Warung Milik Warga Mangkupadi Hancur – Pelaku Belum Bertanggung Jawab

Oplus_131072

Busurpena.com, Minggu 01 Nopember 2026

BULUNGAN – Sebuah warung milik warga di kawasan Kampung Baru Pindada, Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, hancur berantakan setelah ditabrak kendaraan yang diduga dikemudikan oknum petugas. Hingga lebih dari 10 hari pasca kejadian, korban mengaku belum mendapat pertanggungjawaban.

Peristiwa nahas tersebut menimpa warung milik Hj. Tini. Berdasarkan keterangan korban dalam sebuah rekaman video yang diterima redaksi, insiden penabrakan terjadi pada tengah malam, 19 Oktober 2025 lalu.

Akibat kejadian itu, bangunan warung, rombong jualan, hingga perabotan rumah tangga mengalami kerusakan parah.

“Hancur kami punya barang-barang beserta rumah. Rombong hancur sampai kami belum bisa jualan,” ujar Hj. Tini dalam video tersebut.

 

Di lokasi kejadian, warga menemukan barang bukti yang diduga milik pelaku, yakni sebuah pelat nomor kendaraan dengan nomor polisi S 12XX PZ serta sejumlah onderdil kendaraan yang tercecer di sekitar warung yang hancur.

Hj. Tini menyebutkan, dugaan sementara pengemudi dalam kondisi mengantuk atau di bawah pengaruh minuman keras saat melintas di lokasi tersebut. Kendaraan yang dikendarai diduga merupakan kendaraan milik oknum anggota TNI yang bertugas di salah satu perusahaan di sekitar Mangkupadi.

Kerusakan tidak hanya pada bangunan. Sejumlah alat usaha seperti blender, penutup cup, botol-botol bensin eceran yang dijual, hingga perabotan rumah tangga lainnya ikut rusak dan berserakan. Akibatnya, aktivitas ekonomi keluarga korban lumpuh total karena tidak bisa berjualan kembali.

Korban mengaku pelaku sempat datang dan berjanji akan bertanggung jawab. Namun janji tersebut tak kunjung terealisasi. Pelaku hanya memasang tiga tiang penyangga sementara di lokasi warung yang roboh, setelah itu tidak dapat lagi dihubungi.

“Sudah lebih dari 10 hari sejak tanggal 19, belum ada kepastian ganti rugi. Pelakunya sudah tidak bisa dihubungi,” keluh keluarga korban.

Kondisi ini membuat warga berharap ada tindak lanjut dari pihak berwenang.

Menanggapi kejadian tersebut, Gubernur LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kalimantan Utara, Abdul Rahman, meminta agar oknum yang diduga menabrak tersebut memiliki itikad baik untuk bertanggung jawab.

“Kami meminta oknum TNI yang menabrak warung Hj. Tini agar punya hati dan niat baik untuk bertanggung jawab. Kerugian warga ini nyata, mata pencahariannya terhenti,” tegas Abdul Rahman.

Ia juga mendesak Polisi Militer (POM) untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat tersebut agar ada kepastian hukum dan ganti rugi yang layak bagi korban.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai identitas pengemudi maupun perkembangan proses pertanggungjawaban.

Editor  : BP – AR

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *