LSM BP2A2N Dan Awak Media Busur Pena Soroti Pekerjaan Hingga Malam, Pengawasan Proyek Puskesmas Jambe Dipertanyakan

 

BusurPena.com, Kabupaten Tangerang – Pekerjaan pemasangan paving blok di area halaman Puskesmas Jambe, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan awak media BusurPena bersama Tim Investigasi LSM BP2A2N.
Dalam pemantauan lapangan tim investigasi LSM BP2A2N menemukan sejumlah kondisi yang dinilai perlu mendapatkan penjelasan dari pihak pelaksana maupun instansi terkait, Selasa,11/8/26.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah aktivitas pekerjaan yang masih berlangsung hingga malam hari. Sejumlah pekerja terlihat tetap melakukan pemasangan paving blok ketika waktu kerja telah memasuki malam.
Kondisi tersebut kemudian menjadi pertanyaan tim. Bukan semata-mata karena pekerjaan dilakukan hingga malam, tetapi juga menyangkut dasar pelaksanaan, jadwal pekerjaan, sistem penerangan, pengawasan serta jaminan mutu pekerjaan ketika pemasangan dilakukan di luar waktu kerja normal.

Selain persoalan waktu pelaksanaan, Tim Investigasi LSM BP2A2N menemukan sejumlah paving blok dalam kondisi retak yang sudah terpasang di lokasi.
Temuan tersebut menjadi perhatian tersendiri karena material yang telah mengalami keretakan seharusnya mendapatkan pemeriksaan sebelum digunakan.

Apakah paving tersebut memang sesuai spesifikasi? Apakah keretakan terjadi sebelum pemasangan atau setelah dipasang? Dan apakah material yang kondisinya tidak memenuhi standar telah melalui proses pemeriksaan serta persetujuan dari pihak pengawas?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut hingga pemantauan dilakukan belum mendapatkan jawaban secara langsung dari pihak yang memiliki kewenangan di lapangan.

Mandor Tidak Berada di Lokasi
Saat awak media BusurPena dan Tim Investigasi LSM BP2A2N mencoba meminta keterangan terkait pekerjaan tersebut, salah seorang pekerja menyampaikan bahwa mandor sedang tidak berada di lokasi.

Kondisi ini kembali menjadi perhatian tim. Sebab, pengawasan lapangan merupakan bagian penting dalam memastikan pekerjaan berjalan sesuai gambar kerja, spesifikasi teknis, metode pelaksanaan serta standar mutu yang telah ditentukan.

Terlebih lagi, pekerjaan tersebut berada di area fasilitas pelayanan kesehatan yang tentunya membutuhkan hasil pekerjaan yang aman, kuat dan memiliki kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan. Tim investigasi kemudian mempertanyakan bagaimana pengawasan dilakukan ketika pekerjaan masih berlangsung hingga malam sementara pihak yang disebut sebagai mandor tidak berada di lokasi.

Tim Investigasi LSM BP2A2N, Rudi, menegaskan bahwa pihaknya tidak mempersoalkan pekerjaan yang dilakukan hingga malam semata-mata, namun meminta adanya kejelasan mengenai dasar pelaksanaan dan sistem pengawasannya.

“Pekerjaan dilakukan sampai malam itu dasarnya apa? Kemudian kenapa pihak mandor juga terkesan tidak berada di lokasi. Yang kami soroti bukan hanya waktunya, tetapi bagaimana pengawasan dan jaminan mutunya. Jangan sampai mengejar target waktu justru mengabaikan kualitas pekerjaan,” ungkap Rudi.

Menurutnya, apabila ditemukan material yang secara kasat mata mengalami keretakan namun tetap dipasang, hal tersebut semestinya menjadi perhatian pengawas maupun pelaksana untuk memastikan apakah material tersebut masih memenuhi persyaratan teknis.

“Kami menemukan ada paving yang retak tetapi sudah terpasang. Ini harus dijelaskan. Apakah material tersebut memang sesuai spesifikasi, bagaimana pemeriksaannya dan siapa yang bertanggung jawab terhadap hasil akhirnya. Jangan sampai setelah pekerjaan selesai justru masyarakat yang dirugikan apabila kualitasnya tidak baik,” tegasnya.

Awak media BusurPena dan Tim Investigasi LSM BP2A2N menilai sejumlah temuan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan bahwa telah terjadi pelanggaran. Namun, kondisi di lapangan dinilai cukup menjadi alasan untuk meminta klarifikasi dan transparansi dari pihak pelaksana serta instansi yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan tersebut.

Tim juga mendorong agar pihak terkait dapat menjelaskan secara terbuka mengenai nilai pekerjaan, sumber anggaran, waktu pelaksanaan, spesifikasi paving, metode pemasangan, sistem pengawasan serta pihak yang bertanggung jawab sebagai pelaksana dan pengawas. Apabila ditemukan material yang tidak sesuai spesifikasi, tim berharap dilakukan pemeriksaan dan perbaikan sebelum pekerjaan dinyatakan selesai.

Hingga berita ini ditayangkan, awak media BusurPena dan Tim Investigasi LSM BP2A2N masih berupaya mendapatkan keterangan dari pihak pelaksana, mandor, pengawas maupun instansi terkait.

Berita ini merupakan hasil pemantauan lapangan dan upaya kontrol sosial. Setiap pihak yang disebut atau berkaitan dengan kegiatan tersebut tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan tanggapan yang akan dimuat secara berimbang sesuai prinsip jurnalistik.
(Andi jk)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *