Mengupas Filosofi Logo FPKKBM: Simbol Persatuan dan Ketangguhan Perempuan Makassar

Busurpena.com, Minggu 11 Oktober 2026

TARAKAN — Forum Perempuan Kerukunan Keluarga Besar Makassar (FPKKBM) memperkenalkan identitas organisasinya melalui sebuah logo yang sarat makna filosofis. Logo tersebut bukan sekadar penanda visual, melainkan representasi semangat persatuan, ketangguhan perempuan, serta komitmen melestarikan nilai-nilai luhur budaya Bugis-Makassar.

Ketua BPW Kerukunan Keluarga Besar Makassar (KKBM), H. Najamuddin, S.E, menjelaskan bahwa logo FPKKBM menggambarkan landasan nilai dan semangat organisasi dalam mempererat tali silaturahmi, menjaga keharmonisan keluarga, serta mendorong kontribusi perempuan bagi masyarakat, Minggu ( 11/10/2026 )

“Lebih dari sekadar identitas visual, logo ini mencerminkan jati diri dan cita-cita organisasi,” ujarnya.

Setiap elemen dalam logo FPKKBM memiliki arti tersendiri. Bentuk lingkaran melambangkan persatuan, keutuhan, dan ikatan persaudaraan yang tidak terputus. Simbol ini mencerminkan harapan agar seluruh anggota senantiasa menjaga kerukunan dan memperkuat solidaritas.

Sosok perempuan menjadi representasi peran strategis perempuan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Menurut Najamuddin, figur ini menggambarkan perpaduan kelembutan, keteguhan, serta tanggung jawab perempuan sebagai penjaga keharmonisan keluarga sekaligus penerus nilai-nilai budaya kepada generasi mendatang.

Rumah adat Makassar merepresentasikan akar budaya dan identitas leluhur. Rumah adat juga menjadi simbol tempat bernaung yang mencerminkan nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan kehidupan yang harmonis.

Kapal Phinisi memperkuat karakter logo dengan pesan tentang ketangguhan, keberanian, dan semangat gotong royong. Sebagai ikon maritim Sulawesi Selatan, Phinisi menggambarkan kemampuan masyarakat Makassar dalam menghadapi tantangan dan menatap masa depan dengan penuh optimisme.

Simbol matahari dan burung memiliki makna yang saling melengkapi. Matahari melambangkan pencerahan, harapan, dan semangat baru, sedangkan burung merepresentasikan kebebasan untuk berkembang serta keberanian meraih cita-cita.

Ornamen bunga menggambarkan keanggunan, keindahan budi pekerti, dan harapan agar FPKKBM terus bertumbuh menjadi organisasi yang solid, berdaya, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dari sisi warna, perpaduan merah dan emas mempertegas karakter organisasi. Warna merah merepresentasikan keberanian, semangat, dan keteguhan dalam menjalankan perjuangan. Sementara itu, emas melambangkan kemuliaan, kejayaan, dan cita-cita untuk membangun organisasi yang bermartabat.

Najamuddin menambahkan, filosofi yang terkandung dalam logo FPKKBM menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian tradisi dan pengembangan peran perempuan dalam kehidupan sosial.

Semangat persaudaraan diharapkan menjadi fondasi bagi organisasi untuk memperkuat kepedulian sosial, menjaga nilai-nilai budaya Bugis-Makassar, serta membangun hubungan harmonis di tengah keberagaman masyarakat.

Melalui identitas tersebut, FPKKBM diharapkan tidak hanya menjadi wadah berkumpul bagi perempuan dalam keluarga besar Makassar, tetapi juga menjadi ruang untuk mengembangkan potensi, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan kegiatan yang berdampak positif.

Pada akhirnya, makna logo FPKKBM menjadi pengingat bahwa kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada simbol yang digunakan, tetapi juga pada konsistensi anggotanya dalam menghidupkan nilai persatuan, menjaga warisan budaya, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat serta generasi mendatang.

Editor  : BP – AR

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *