Paguyuban Hikmah Satria Nusantara Soroti Respons Kasie Sarpras Soal Proyek Pagar SDN Cukanggalih 1 & 3

 

BusurPena.Com, Kabupaten Tangerang | Curug — Persoalan pembangunan pagar dan gapura di SDN Cukanggalih 1 & 3, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, kembali menjadi sorotan Paguyuban Hikmah Satria Nusantara (HSN).

Setelah sebelumnya melakukan pemantauan langsung ke lokasi, Paguyuban Hikmah Satria Nusantara (HSN) kini mempertanyakan sikap pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang yang dinilai belum memberikan ruang yang cukup untuk memperoleh klarifikasi terkait proyek tersebut, Senin 24/8/26.

Upaya konfirmasi dilakukan pengurus Paguyuban Hikmah Satria Nusantara (HSN) kepada Kepala Seksi Sarana dan Prasarana (Sarpras) Pendidikan Kabupaten Tangerang berinisial Y. Namun, menurut informasi dari pengurus HSN, saat hendak ditemui, yang bersangkutan disebut tidak berada di tempat atau sulit ditemui.

Tak berhenti di situ, upaya konfirmasi juga dilakukan melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini disusun, pesan tersebut disebut belum mendapatkan respons.

Kondisi tersebut membuat Paguyuban Hikmah Satria Nusantara (HSN) mempertanyakan komitmen keterbukaan informasi terhadap proyek pembangunan yang berada di lingkungan sekolah dan berkaitan dengan kepentingan publik.

“Kami dari Paguyuban Hikmah Satria Nusantara datang bukan untuk mencari-cari kesalahan. Kami menjalankan fungsi kontrol sosial. Kami hanya meminta informasi yang jelas dan transparan mengenai proyek tersebut,” tegas Wakil Ketua Umum Paguyuban Hikmah Satria Nusantara, Mulya Marbun.

Menurut Mulya, pertanyaan HSN cukup sederhana. Pihaknya ingin mengetahui sumber anggaran, nilai pekerjaan, pihak pelaksana, pengawas pekerjaan, serta dasar pelaksanaan pembangunan pagar dan gapura tersebut.

“Kalau memang proyeknya jelas dan resmi, tentunya pihak terkait tidak perlu alergi terhadap pertanyaan masyarakat. Justru keterbukaan akan menghilangkan kecurigaan dan menjawab semua tanda tanya yang muncul,” ujarnya.

Sebelumnya, saat melakukan pemantauan di lokasi pada Sabtu (22/8/2026), Paguyuban Hikmah Satria Nusantara (HSN) mendapati pekerjaan pembangunan pagar sedang berlangsung. Namun, pada saat pemantauan, papan informasi proyek tidak terlihat di lokasi.

Selain persoalan papan informasi, pengurus HSN juga tidak menemukan pengawas maupun mandor proyek di lokasi. Salah seorang pekerja yang ditemui menyebut mandor sedang tidak berada di tempat dan menyebut nama mandor berinisial IP.

Pekerja tersebut juga disebut tidak dapat memberikan nomor kontak mandor ketika dimintai keterangan lebih lanjut.

Temuan di lapangan itulah yang kemudian mendorong Paguyuban Hikmah Satria Nusantara (HSN) melakukan konfirmasi kepada pihak terkait agar informasi yang diperoleh tidak berkembang menjadi asumsi sepihak.

“Kami justru ingin mendapatkan jawaban dari pihak yang berwenang. Kalau ada kekurangan informasi di lapangan, silakan dijelaskan. Jangan sampai masyarakat bertanya, tetapi justru sulit mendapatkan jawaban,” kata Mulya.

Paguyuban Hikmah Satria Nusantara (HSN) menegaskan bahwa kegiatan pemantauan tersebut merupakan bentuk kontrol sosial masyarakat terhadap pelaksanaan pembangunan, khususnya kegiatan yang diduga menggunakan anggaran publik.

HSN juga mengingatkan bahwa keterbukaan informasi merupakan bagian penting dalam menciptakan pembangunan yang transparan dan akuntabel. Karena itu, pihaknya meminta instansi terkait tidak menganggap pengawasan masyarakat sebagai bentuk gangguan terhadap pelaksanaan pembangunan.

“Pengawasan masyarakat bukan musuh pemerintah. Kami justru ingin pembangunan berjalan baik, tepat sasaran dan sesuai ketentuan. Kalau semuanya jelas, kami juga akan menyampaikan kepada publik bahwa memang jelas,” tegas Mulya.

Paguyuban Hikmah Satria Nusantara (HSN) menyatakan akan melanjutkan penelusuran dengan meminta klarifikasi kepada instansi terkait mengenai proyek pembangunan pagar dan gapura SDN Cukanggalih 1 & 3.

HSN juga memastikan tidak akan menarik kesimpulan sepihak sebelum mendapatkan penjelasan resmi dari pihak sekolah, pelaksana pekerjaan maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang.

Hingga berita ini diterbitkan, Kasie Sarpras Pendidikan Kabupaten Tangerang berinisial Y belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan pengurus Paguyuban Hikmah Satria Nusantara, termasuk melalui pesan WhatsApp.

BusurPena.Com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, pihak sekolah, pelaksana proyek, pengawas maupun pihak terkait lainnya.

Paguyuban Hikmah Satria Nusantara (HSN): Mengawal pembangunan, mendorong transparansi, dan memastikan kepentingan masyarakat tetap menjadi perhatian.

(JM)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *