Pemprov Kaltara Apresiasi Peran KKSS, Tegaskan Tudang Sipulung Perkuat Persaudaraan.

Busurpena.com. Kamis 29 Oktober 2026

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) resmi membuka kegiatan Tudang Sipulung yang diselenggarakan oleh Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Kalimantan Utara di Tanjung Selor.

Kegiatan tersebut dibuka atas nama Gubernur Kaltara Dr. H.Zainal A Paliwang, S.H, M.Hum yang sambutannya dibacakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltara, Dr. H. Usman, S.KM., M.Kes, Kamis ( 29/10/26 )

Dalam sambutannya, Gubernur Zainal  menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada keluarga besar KKSS yang selama ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Kaltara.

“KKSS dinilai terus berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah serta senantiasa menjaga nilai-nilai persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Kaltara,” ujar Usman membacakan sambutan Gubernur.

Ia menegaskan, tradisi Tudang Sipulung bukan sekadar tradisi berkumpul biasa. Di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur musyawarah, persatuan, dan kebersamaan dalam mencari solusi demi kepentingan bersama.

“Nilai-nilai dialogis ini harus terus kita hidupkan untuk mendukung kelancaran berbagai program pembangunan daerah,” katanya.

Gubernur Zainal juga mengingatkan bahwa Kalimantan Utara dibangun oleh masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya. Karena itu, menjaga kedamaian, keamanan, dan keharmonisan merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya berada di pundak aparat pemerintah dan TNI/Polri, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga besar KKSS.

Pemprov Kaltara, lanjutnya, terus berkomitmen mewujudkan visi sebagai “Beranda Depan NKRI yang Maju, Makmur, dan Berkelanjutan”. Visi besar tersebut membutuhkan keterlibatan dan kolaborasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat melalui tiga pilar:

Maju: Meningkatkan kualitas SDM, memperkuat pendidikan, mendorong inovasi, dan membangun daya saing daerah.

Makmur: Memastikan pembangunan memberikan manfaat nyata, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata termasuk melalui UMKM.

Berkelanjutan: Membangun dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan menjaga warisan budaya demi generasi mendatang.

Pada kesempatan itu, masyarakat juga diajak untuk terus memegang teguh falsafah luhur Bugis-Makassar, yakni Sipakatau (saling memanusiakan), Sipakalebbi (saling menghargai), dan Sipakainge (saling mengingatkan) guna memperkuat kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan produktif.

Acara pembukaan Tudang Sipulung KKSS Kaltara ini dibuka secara resmi dengan bacaan Bismillahirrahmanirrahim serta pembacaan pantun persatuan dan keberagaman.

Sementara itu, Ketua BPD KKSS Malinau, H. Muh. Ashar Nasir yang akrab disapa H. Alleng, menyatakan sepakat dengan tokoh-tokoh KKSS dari Tarakan terkait pemusatan tempat pelaksanaan kegiatan di Kota Tarakan.

Lebih lanjut, H. Alleng menekankan pentingnya kriteria pemimpin atau yang diistilahkan sebagai nahkoda KKSS Kaltara ke depan. Proses pemilihan harus sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

“Bagi Malinau, sosok ketua terpilih nantinya bukan soal siapa yang paling kuat, melainkan siapa yang mampu menjadi perekat persaudaraan, sesuai dengan nama organisasi itu sendiri, Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan,” ujarnya.

“Siapapun nanti yang kita pilih, yang kita calonkan adalah figur yang bisa menjadi perekat,” tegasnya.

Pernyataan tersebut disambut peserta Tudang Sipulung yang sejak awal mendorong agar pemilihan Ketua KKSS Kaltara dilakukan secara musyawarah dan aklamasi demi menjaga persatuan warga Sulsel di perantauan.

Editor  : BP – AR

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *