Busurpena.com, Selasa 03 November 2026
TARAKAN — Pemerintah Kota Tarakan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) tengah menggiatkan proyek normalisasi drainase sebagai langkah strategis untuk mengurai permasalahan banjir di kawasan pemukiman dan pusat ekonomi warga. Samsuddin sebagai konsultan mengungkapkan Proyek Normalisasi Saluran Pammusian dengan nomor kontrak 08/07/PPK/PSDA/DPUPR/2026, tanggal kontrak 24 September 2026 , masa pelaksanaan 90 hari yang dikerjakan oleh CV Bukit Cahaya Abadi dengan telan anggaran Rp 1,4 miliar dengan 6 titik.
Konsultan lapangan Samsuddin menjelaskan Proyek pengerjaan yang terbagi dalam delapan segmen ini mencakup wilayah penanganan mulai dari area sekitar SD 002, kawasan Lanal, hingga Pasar Tenguyun,Selasa (03/10/26).

Petugas Monitoring dan Pengawasan Lapangan Dinas PU, Safaruddin, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan satu paket kegiatan menyeluruh yang meliputi beberapa item pengerjaan.
“Proyek ini terdiri dari satu paket kegiatan yang mencakup pemasangan siring dan pembuatan u-ditch (saluran beton). Pengerjaannya terbagi menjadi delapan segmen,” ujar Safaruddin
Safaruddin merincikan bahwa segmen 1, 4, dan 5 yang terletak di RT 12 dan 13 Markoni, Kelurahan Pamusian, Tarakan Tengah difokuskan di sekitar kelurahan Pammusian.Sementara segmen 6 bertempat di Gang Sentono dengan pengerjaan menggunakan eksavator mini. Pada segmen 7 pengerjaan berada di samping Pasar Tenguyun, sedangkan segmen 8 mencakup wilayah muara Sungai Idex hingga Pasar Tenguyun menggunakan eksavator amfibi. Secara total, ada empat unit alat berat yang dikerahkan untuk mempercepat proses pengerjaan.
Ia menambahkan, pengerjaan pengerukan dan pembersihan ini sangat krusial mengingat saluran tersebut sudah puluhan tahun tidak tersentuh pemeliharaan alat berat.
“Menurut informasi, sudah sekitar 23 tahun wilayah ini belum pernah diturunkan alat berat untuk normalisasi. Tadi kami sudah coba maksimalkan dan ternyata bisa,” terangnya.

Faktor cuaca juga menjadi perhatian utama tim di lapangan. Untuk mengantisipasi risiko banjir tiba-tiba saat hujan turun—yang berpotensi menenggelamkan alat berat—pihaknya berencana menambah jam kerja atau lembur.
“Kami berencana mengadakan lembur agar pengerjaan ini cepat selesai sebelum hujan turun, karena khawatir alat bisa tenggelam jika air naik,” tambah Safaruddin.
Dinas PU berharap penanganan ini dapat menyelesaikan permasalahan banjir yang kerap menggenangi kawasan utama tersebut, sehingga aktivitas masyarakat dan perekonomian warga di sekitar Pasar Tenguyun dapat berjalan lancar tanpa hambatan genangan air.
Editor : BP – AR







