Warga Tarakan Protes Pembongkaran Sepihak oleh Pertamina, Minta Keadilan dan Pendekatan Humanis

Busurpena.com. Kamis 05 Nopember 2026

TARAKAN — Sejumlah warga di Kota Tarakan menyampaikan protes keras terhadap tindakan pembongkaran dan penertiban bangunan yang dilakukan oleh pihak Pertamina di kawasan Wilayah Kerja Pertambangan (WKP). Tindakan tersebut dinilai warga dilakukan secara sepihak, arogan, serta tanpa koordinasi atau pemberitahuan terlebih dahulu kepada pemerintah setempat, minimal Ketua RT.

Dalam Rapat Dengar Pendapat ( RDP ) perwakilan warga, Makmur , S.Pi menegaskan bahwa tindakan penertiban yang terkesan tebang pilih dan mendadak ini sangat melukai perasaan masyarakat, terlebih di tengah kondisi perekonomian yang sedang sulit.

“Kami hadir di sini bukan untuk melawan hukum, melainkan memberikan edukasi dan meminta penghormatan terhadap tata krama serta pemerintah setempat, minimal kepada Pak RT. Pihak Pertamina melakukan pembongkaran bahkan mengangkut barang-barang tanpa ada pemberitahuan awal. Ini terkesan arogan,” ujar Makmur, Kamis ( 05/11/26 ).

Makmur juga menyoroti adanya dugaan diskriminasi dalam tindakan penertiban. Menurut mereka, penindakan hukum dan aturan seharusnya berlaku adil bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang status sosial atau ekonomi.

Warga mempertanyakan mengapa sasaran pembongkaran justru menimpa masyarakat kecil yang mendirikan bangunan sederhana untuk bertahan hidup dan melindungi keluarganya. Sementara itu, bangunan atau kegiatan usaha lain yang lebih besar di pinggir jalan dinilai justru dibiarkan begitu saja.

“Hukum itu harus sama rata dan sama rasa. Jangan sampai ada kesan diskriminasi di mana rakyat kecil langsung ditindak, sementara aktivitas commercial lainnya dibiarkan. Jika aturan hendak ditegakkan, lakukan secara menyeluruh dan adil agar tidak memicu gejolak sosial,” tambah Makmur

Selain menuntut keadilan, warga mengimbau pimpinan Pertamina di kawasan tersebut untuk memahami kultur dan kondisi sosial masyarakat Tarakan. Mereka mengisahkan pengalaman masa lalu di mana pendekatan persuasif dan sosialisasi secara humanis oleh pihak humas perusahaan mampu menciptakan suasana yang kondusif dan diterima dengan baik oleh warga.

Masyarakat berharap pimpinan dan pihak manajemen Pertamina tidak mengedepankan ego atau kesewenang-wenangan, melainkan membuka ruang dialog guna mencari solusi bersama yang tidak merugikan rakyat kecil di tengah situasi ekonomi yang serba sulit saat ini.

Editor  : BP – AR

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *