Jeneponto. Busurpena.com|– Di balik perjalanan panjang Kerajaan Binamu yang pernah menjadi salah satu pusat pemerintahan di kawasan Turatea, terdapat sejumlah tokoh lokal yang turut berperan dalam menjaga keberlangsungan pemerintahan dan kehidupan masyarakat. Salah satu nama yang hingga kini masih dikenang melalui tradisi lisan adalah Puang Allang Bin Paraga Karaeng Bonto, tokoh yang diyakini memiliki kedudukan penting dalam sejarah Tonrokassi.
Berdasarkan penuturan masyarakat dan silsilah keluarga yang masih terpelihara, Puang Allang Bin Paraga dikenal sebagai bagian dari kalangan bangsawan yang memiliki pengaruh dalam kehidupan sosial dan pemerintahan adat di wilayah Tonrokassi. Pada masa Kerajaan Binamu, para karaeng wilayah memegang peranan strategis sebagai pelaksana pemerintahan kerajaan di tingkat lokal sekaligus penjaga adat dan budaya masyarakat.
Keberadaan Karaeng Tonrokassi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pemerintahan Kerajaan Binamu. Melalui para pemimpin wilayah inilah hubungan antara kerajaan dan masyarakat dapat berjalan dengan baik, sehingga stabilitas sosial dan nilai-nilai adat tetap terjaga di tengah dinamika kehidupan pada masa itu.
Nama Puang Allang Bin Paraga terus bertahan dalam ingatan masyarakat sebagai simbol kepemimpinan yang dihormati. Meski perjalanan hidupnya belum banyak terdokumentasi dalam sumber tertulis, berbagai kisah yang diwariskan secara turun-temurun menunjukkan bahwa beliau memiliki posisi penting dalam sejarah lokal Tonrokassi.
Sejumlah pemerhati sejarah menilai bahwa penggalian kembali jejak tokoh-tokoh lokal seperti Puang Allang Bin Paraga sangat penting untuk melengkapi sejarah Kerajaan Binamu. Sebab, sejarah kerajaan tidak hanya dibangun oleh para raja yang memimpin pusat pemerintahan, tetapi juga oleh para karaeng wilayah yang menjalankan fungsi pemerintahan di tingkat masyarakat.
Perjalanan Kerajaan Binamu sendiri berakhir pada masa pemerintahan Mattewakkang Daeng Raja sebagai Raja Binamu ke-16 dan penguasa terakhir kerajaan hingga sekitar tahun 1946. Namun, berakhirnya pemerintahan kerajaan tidak menghapus jejak para pemimpin lokal yang pernah mengabdikan diri bagi masyarakat dan wilayahnya.
Kini, warisan kepemimpinan Puang Allang Bin Paraga tetap hidup dalam memori kolektif masyarakat Tonrokassi. Kisah tentang pengabdian, kepemimpinan, dan kedekatannya dengan masyarakat menjadi bagian dari warisan sejarah yang terus dijaga oleh keturunan dan masyarakat setempat sebagai bagian dari identitas budaya Turatea.
Penulis :Abd Rasyid nagga







