Biak Numfor, BusurPena.com Kepolisian Resor (Polres) Biak Numfor menyiapkan 218 personel untuk mengamankan pelaksanaan Festival Budaya Biak Melanesia Tahun 2026 yang berlangsung pada 17–21 Oktober 2026 di Kabupaten Biak Numfor, Papua.
Kesiapan pengamanan tersebut disampaikan saat diwawancarai Wakapolres Biak Numfor, Kompol Mika Rumbrapuk, S.IP., saat memberikan keterangan kepada wartawan investigasi86, Ia menjelaskan bahwa Polres Biak Numfor, atas arahan Kapolres AKBP Arjuna Wijaya, S.I.K., telah melaksanakan rapat koordinasi lintas instansi guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.
Rapat koordinasi tersebut melibatkan Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Pendidikan, serta unsur kepolisian. Setelah koordinasi, kegiatan dilanjutkan dengan apel persiapan pengamanan
“Polres Biak Numfor siap menjamin keamanan pelaksanaan Festival Budaya Biak Melanesia 2026. Pengamanan ini bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada para peserta maupun masyarakat yang datang menyaksikan setiap rangkaian kegiatan,” ujar Wakapolres mewakili Kapolres Biak Numfor. (17/10/2026)
218 Personel Disiagakan, Libatkan Lintas Instansi.
Sebanyak 218 personel dari lingkungan Polres Biak Numfor disiapkan untuk mendukung pengamanan selama festival berlangsung. Pelaksanaan tugas tersebut juga akan didukung oleh Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan unsur Brimob.
Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), mengingat festival akan menghadirkan peserta dan pengunjung serta sejumlah kegiatan yang berlangsung di beberapa lokasi.
Pihak kepolisian berharap festival ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat, khususnya pelaku usaha kecil dan mama-mama Papua yang berjualan selama kegiatan berlangsung.
“Kami bertanggung jawab terhadap keamanan. Harapan kami, seluruh kegiatan dapat berjalan aman, lancar, dan tertib sehingga masyarakat bisa menikmati festival dengan nyaman,” katanya.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Polres Biak Numfor bersama instansi terkait akan menerapkan pengaturan dan rekayasa lalu lintas, terutama di sekitar Lapangan Cenderawasih yang menjadi salah satu lokasi kegiatan.
Wakapolres menjelaskan, penutupan jalan akan diberlakukan di depan Kejaksaan dan sekitar SPBU sesuai kebutuhan pelaksanaan acara. Ruas jalan tertentu juga akan dimanfaatkan untuk mendukung parkir kendaraan pengunjung.
Masyarakat yang hendak menuju lokasi festival diimbau mengikuti arahan petugas di lapangan. Sementara itu, pengguna jalan yang tidak memiliki kepentingan ke lokasi kegiatan diharapkan memanfaatkan jalur alternatif.
Salah satu pengalihan arus yang disampaikan meliputi jalur dari kawasan Dolog menuju Pasar Ikan, kemudian melalui kawasan Kejaksaan dan kembali ke arah Dolog, Ridge, serta Samofa, dengan penyesuaian berdasarkan kondisi lalu lintas dan kebutuhan kegiatan.
Pengaturan tersebut akan disesuaikan dengan situasi di lapangan agar tidak menimbulkan kemacetan berkepanjangan ataupun mengganggu aktivitas masyarakat secara berlebihan.
Polres Biak Numfor juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu sementara, mengikuti petunjuk petugas, serta mengutamakan keselamatan selama berlangsungnya festival.
Penjualan Miras Ditertibkan Selama Festival
Selain pengamanan kegiatan dan pengaturan lalu lintas, Polres Biak Numfor turut melakukan penertiban peredaran minuman keras (miras) berdasarkan surat edaran Bupati Biak Numfor.
Menurut Wakapolres, patroli rutin pada malam hari telah dilaksanakan untuk memantau tempat-tempat penjualan miras dan mencegah penjualan yang melanggar ketentuan selama periode festival.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi konsumsi miras yang berpotensi memicu keributan maupun gangguan keamanan di tengah masyarakat.
“Kami akan melaksanakan patroli dan pemantauan sampai tanggal 21 Oktober 2026, sesuai dengan surat edaran Bupati,” jelasnya.
Penertiban miras tersebut direncanakan berlaku selama periode 15 –21 Oktober 2026 sesuai kebijakan yang disampaikan pemerintah daerah.
Keamanan Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Menutup keterangannya, Wakapolres mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Biak Numfor untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban selama Festival Budaya Biak Melanesia 2026 berlangsung.
Ia menegaskan bahwa upaya menciptakan situasi yang kondusif bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, melainkan juga membutuhkan dukungan dan kesadaran masyarakat.
Polres Biak Numfor berharap sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, instansi terkait, panitia, dan masyarakat dapat memastikan seluruh rangkaian festival berjalan aman dan tertib.
Dengan pengamanan terpadu, pengaturan lalu lintas, serta penertiban miras, Festival Budaya Biak Melanesia 2026 diharapkan menjadi momentum pelestarian budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Biak Numfor..








