Biak Numfor, BusurPena.com Rangkaian kegiatan Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) 2026 resmi berakhir pada Selasa malam (7/7/2026). Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor, Turbey Onny Dangeubun, S.Pi., M.Si., dalam wawancara eksklusif dengan awak media di Gelanggang Remaja Biak, menyampaikan empat refleksi strategis sekaligus arah kebijakan ke depan pasca penyelenggaraan festival tahun ini. Ia menegaskan, festival bukan sekadar ajang pertunjukan budaya, melainkan instrumen vital menjaga ketahanan ekonomi daerah di tengah tantangan perekonomian global dan efisiensi anggaran.
Turbey menguraikan empat pilar utama capaian dan tujuan jangka panjang FBMW Pertama, Revitalisasi Kebudayaan Inklusif dan Berkelanjutan. Budaya asli Biak harus terus diperbarui agar relevan, memberikan nilai tambah, dan dimiliki lintas generasi, sehingga warisan leluhur tetap lestari di tengah arus modernisasi.
Kedua, Hilirisasi Ekonomi bagi UMKM dan OAP. Penyelenggaraan festival difokuskan untuk mendorong peningkatan nilai produk lokal serta memberdayakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta Orang Asli Papua (OAP) sebagai pelaku ekonomi utama.
Ketiga, Pembangunan Branding Destinasi Kelas Dunia. Biak diposisikan sebagai destinasi wisata unggulan utama di wilayah Papua, dengan target jangka panjang menjadi daya tarik wisata andalan di kawasan Pasifik.
Keempat, Membangun Biak sebagai Rumah yang Aman dan Nyaman. Pemerintah berkomitmen menghadirkan pengalaman khas bagi setiap tamu, di mana Biak dirasakan sebagai “rumah bagi semua orang” yang aman, ramah, dan penuh kesan mendalam.
Lebih lanjut, Turbey menjelaskan strategi ini diambil sebagai respon adaptif terhadap ketidakpastian ekonomi global serta kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah pusat maupun daerah.
“Festival ini adalah salah satu instrumen penggerak nadi ekonomi. Semakin banyak kunjungan ke Biak, semakin besar dampak berantai yang dirasakan pelaku usaha dan masyarakat luas. Di tengah situasi sulit, inilah cara kita memperkuat ketahanan ekonomi daerah,” jelasnya.
Menurutnya, FBMW 2026 telah berhasil menyatukan kekuatan sosial, ekonomi, dan budaya menjadi satu kekuatan besar untuk menjaga stabilitas serta ketahanan masyarakat Biak Numfor.
Dengan berakhirnya FBMW 2026 secara sukses, Dinas Pariwisata berkomitmen menjadikan festival budaya sebagai lokomotif ekonomi kreatif daerah. Sinergi pelestarian nilai adat dan pemberdayaan ekonomi lokal akan terus diperkuat, agar Biak tidak hanya dikenal sebagai pulau bersejarah, melainkan menjadi pusat kebudayaan dan pariwisata yang dinamis di Tanah Papua.
Pewarta: Zadrak








