MAKASSAR,Busurpena.com |— Aksi perang kelompok kembali pecah di Jalan Abubakar Lambogo (Ablam), Kota Makassar, pada Minggu malam hingga Senin dini hari, 19 Oktober 2026. Bentrokan yang dilaporkan berlangsung sekitar pukul 00.15 WITA itu kembali memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan tersebut.
Situasi di lokasi dilaporkan sempat memanas ketika massa dari kedua belah pihak sulit dikendalikan. Personel Polsek Makassar yang lebih dahulu berada di lokasi menghadapi situasi yang tidak mudah saat berupaya membubarkan kelompok yang terlibat pertikaian.
Upaya pengendalian kemudian diperkuat setelah tim gabungan personil Brimob, Jatanras Polrestabes Makassar dan Perintis Samapta Polrestabes Makassar tiba di lokasi.
Kehadiran personel tambahan tersebut membantu meredakan situasi dan memukul mundur massa dari area bentrokan.
Peristiwa ini menambah daftar insiden tawuran yang terjadi di kawasan Abubakar Lambogo dalam pekan yang sama. Sebelumnya, bentrokan juga dilaporkan terjadi pada Kamis malam, 15 Oktober, dan Jumat pagi, 16 Oktober 2026.
Rangkaian kejadian tersebut memperlihatkan bahwa persoalan keamanan di kawasan Ablam membutuhkan perhatian serius. Penanganan di lapangan memang penting untuk menghentikan bentrokan, tetapi langkah pencegahan dan penelusuran penyebab konflik juga diperlukan agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Informasi awal menyebutkan bahwa pertikaian melibatkan kelompok pemuda atau warga setempat. Namun, identitas pihak yang terlibat, pemicu bentrokan, serta kemungkinan kaitannya dengan kelompok tertentu masih perlu dipastikan melalui keterangan resmi kepolisian.
Penanganan Tak Cukup dengan Membubarkan Massa
Berulangnya tawuran di kawasan tersebut menjadi tantangan bagi aparat keamanan dan pemerintah setempat. Selain mengantisipasi bentrokan susulan, langkah penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan perlu dilakukan berdasarkan bukti dan hasil penyelidikan.
Aparat juga diharapkan menelusuri pemicu pertikaian, mengidentifikasi pihak yang membawa senjata atau benda berbahaya jika memang ditemukan, serta berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan keluarga untuk mencegah konflik kembali meluas.
Hingga berita ini disusun, informasi mengenai jumlah korban, kerusakan, penangkapan, serta penyebab pasti bentrokan belum dapat dipastikan berdasarkan sumber yang tersedia.
(Kamal)







