BASIR, S.Sos: NAHKODA BARU PALLANGGA ANTARA HARAPAN DAN BUKTI KERJA

Pallangga,Gowa,busurpena.com|Rabu 02,09, 2026.

OPINI:

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Oleh: Kamaluddin_
Sekretaris DPW APPI Sulsel — Asosiasi Pengusaha Pers Indonesia

Pallangga bukan kecamatan biasa. Dengan luas 48,24 km², 12 Desa dan 4 Kelurahan, serta 139.234 jiwa yang terdiri dari suku Bugis, Makassar, Mandar, Jawa dan etnis lainnya, Pallangga adalah etalase Kabupaten Gowa yang berbatasan langsung dengan Makassar.

Dinamikanya tinggi. Tekanannya besar. Pergantian kepemimpinan selalu membawa harapan. Dan kini masyarakat Pallangga menanti perubahan nyata dari pemimpin sebelumnya.

Di tengah semua itu, masyarakat Pallangga kini dipimpin oleh sosok yang membawa harapan baru: Basir, S.Sos.

Apresiasi untuk Langkah Awal

Sejak dilantik pada 23 April 2026 menggantikan Sachrial, AP, M.Si, kehadiran  Basir, S.Sos langsung terasa.

Beliau bukan tipe pemimpin yang menunggu laporan di meja. Basir, S.Sos dikenal sebagai sosok yang humanis, tampan dan berwibawa. Turun ke pasar menyapa pedagang, hadir di musyawarah desa/kelurahan, ikut dalam kegiatan gotong royong warga.

Itu bukan pencitraan. Itu adalah cara seorang pemimpin membangun kepercayaan. Dan kepercayaan adalah modal paling mahal di pemerintahan.

Pengalaman beliau memimpin Kecamatan Parangloe sebelumnya menjadi bekal penting. Masyarakat melihat ada kesungguhan untuk bekerja, bukan sekadar menjalankan rutinitas administrasi.

Pallangga Punya Potensi Besar

Denyut Pallangga ada di 3 sektor utama:
1. UMKM & Pedagang: Pasar Pallangga menghidupi ribuan keluarga
2. Buruh Komuter: Kedekatan dengan Makassar membuat warganya produktif
3. Petani & Peternak: Jenetallasa, Taeng, Julupamai masih jadi lumbung pangan

Dengan karakter masyarakat yang pekerja keras, guyub, menjunjung _sipakatau_ dan _sipakalebbi_, Pallangga sebenarnya punya fondasi kuat untuk maju lebih cepat.

Dukungan dan Harapan Ke Depan

Kami memahami, menjadi Camat di wilayah penyangga seperti Pallangga bukan pekerjaan mudah. Ada kemacetan, banjir, data bansos, hingga pelayanan publik yang harus dibenahi.

Namun kami optimis. Karena Basir, S.Sos punya 4 modal utama:
1. Kedekatan dengan masyarakat – Pintu selalu terbuka
2. Gaya kepemimpinan humanis – Mudah diterima semua kalangan dan suku
3. Pengalaman birokrasi – Paham sistem dan regulasi
4. Kemampuan komunikasi – Bisa menjembatani aspirasi warga ke Pemkab Gowa

Tiga hal yang kami titipkan untuk menjadi prioritas:
Pertama, pastikan data bansos melalui DTSEN benar-benar tepat sasaran dan berkeadilan.
Kedua, dorong UMKM Pallangga naik kelas. APPI Sulsel siap bersinergi untuk pelatihan dan publikasi.
Ketiga, buat pelayanan publik yang cepat dan transparan, agar warga komuter tidak terbebani.

Penutup:
Kami Yakin Wilayah seluas ini dengan 12 Desa: Bontoala, Bontoramba, Bungaejaya, Jenetallasa, Julubori, Julukanaya, Julupamai, Kampili, Mangalli, Pallangga, Taeng, Toddotoa_ dan 4 Kelurahan: Pangkabinanga, Parang Banoa, Panakkukang, Tetebatu_ butuh pemimpin yang hadir.

Dan hari ini, harapan itu ada di pundak  Basir, S.Sos.

Kami di APPI (Asosiasi Pengusaha Pers Indonesia)Sulsel menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra. Mengawal, mengapresiasi setiap kebijakan pro-rakyat, dan bersama-sama mendorong Pallangga menjadi kecamatan yang tidak hanya tertib administrasi, tetapi juga berdaya secara ekonomi dan sosial.

Kami percaya, di tangan  Basir, S.Sos Pallangga akan melangkah lebih maju.
Karena pemimpin yang baik bukan yang banyak berjanji, tapi yang kerja nyata dan dirasakan masyarakatnya.

Semoga Allah SWT memberi kekuatan dan kemudahan dalam mengemban amanah.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *