Busurpena.com, Minggu 25 Oktober 2026
TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Provinsi Kalimantan Utara, Minggu (25/10/2026), di halaman Kantor Gubernur Kaltara, Tanjung Selor.
Dalam upacara tersebut, Gubernur Zainal tampil mengenakan pakaian adat khas Dayak Agabag. Penampilan itu menjadi simbol penghormatan terhadap kekayaan budaya lokal yang mewarnai peringatan hari jadi provinsi berjuluk Bumi Benuanta tersebut.
Peringatan HUT ke-14 Kaltara tahun ini mengusung tema “14 Tahun Kalimantan Utara, Ekonomi Tumbuh Semua Berdaya”. Tema tersebut menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga yang bermukim di wilayah pedalaman dan perbatasan.

Penggunaan pakaian adat Dayak Agabag menjadi salah satu sorotan dalam pelaksanaan upacara. Dayak Agabag merupakan salah satu kelompok masyarakat adat yang menjadi bagian dari keberagaman etnis di Kalimantan Utara.
Keberagaman budaya tersebut menjadi modal penting dalam membangun identitas daerah sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di tengah perbedaan latar belakang suku dan tradisi.
Sebagai provinsi dengan masyarakat multikultural, Kaltara terus dihadapkan pada tantangan untuk menjaga warisan tradisi sekaligus mendorong pembangunan daerah yang merata dan berkeadilan.
Dalam momentum HUT ke-14, Gubernur Zainal menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi harus berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pembangunan diharapkan mampu membuka lapangan kerja, memperluas peluang usaha, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat pelayanan publik hingga kawasan pedalaman dan perbatasan.
Pemerintah daerah, lanjut Gubernur, membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah kabupaten dan kota, DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dunia usaha, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga generasi muda agar hasil pembangunan dapat dirasakan lebih merata.
Hari jadi ke-14 Provinsi Kaltara menjadi momentum refleksi untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan sejak provinsi ini resmi dibentuk pada 25 Oktober 2012 melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2012.
Memasuki usia ke-14, tantangan pembangunan masih mencakup pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi lokal, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan dan pedalaman.
Melalui semangat “Ekonomi Tumbuh Semua Berdaya”, peringatan HUT tahun ini diharapkan menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah perlu berjalan beriringan dengan pemerataan kesempatan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Dengan kekayaan alam, posisi strategis di kawasan perbatasan negara, serta keberagaman budaya yang dimiliki, Kalimantan Utara memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai wilayah yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Editor : BP – AR







