Tiga Tahun Janji Jalan Mulus Tanjung Selor-Tanah Kuning Belum Tuntas, Tokoh Masyarakat Tagih Realisasi di HUT ke-14 Kaltara

Busurpena.com, Minggu 25 Oktober 2026

TANJUNG SELOR, BULUNGAN – Momentum Hari Ulang Tahun ke-14 Provinsi Kalimantan Utara menjadi pengingat janji infrastruktur pesisir. Janji menghadirkan jalan mulus dari Tanjung Selor menuju Tanah Kuning yang pernah menjadi headline Harian Radar Tarakan pada 26 Oktober 2022 dengan judul “2023, Tanjung Selor-Tanah Kuning Mulus”, hingga penghujung 2025 dinilai belum sepenuhnya terealisasi.

Salah satu tokoh masyarakat kelahiran Desa Tanah Kuning, H.M Rusli H. Jabba menagih janji tersebut. Menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan perbaikan baru dirasakan pada sebagian segmen, sementara sebagian lainnya masih rusak sehingga perjalanan menuju kawasan pesisir Kecamatan Tanjung Palas Timur belum sepenuhnya nyaman dan lancar.

Jalur sepanjang 64,30 kilometer itu merupakan urat nadi vital yang menghubungkan pusat pemerintahan Provinsi Kaltara dengan kawasan pesisir, termasuk Kawasan Industri dan Pelabuhan (KIPI) Tanah Kuning dan delapan desa di Kabupaten Bulungan.

Delapan desa yang dilalui dari arah Tanjung Selor yakni Desa Tanjung Agung, Wono Mulyo, Sajau Ilir, Sajau Pura, Sajau, Binai, Tanah Kuning, dan Mangkupadi.

H. Rusli menilai, kondisi jalan tersebut belum sebanding dengan ruas lain di Kaltara yang telah mulus.

“Beda dengan Tanjung Selor ke KTT, Tanjung Selor ke Malinau, Tanjung Selor ke Berau. Ini baru mulus,” ujarnya, Minggu (25/10/26 ).

Ia menegaskan, peningkatan jalan menuju Tanah Kuning harus menjadi perhatian serius demi pemerataan pembangunan bagi masyarakat pesisir.

Upaya perbaikan sejatinya telah diintervensi pemerintah pusat sejak 2023 melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah.

Kepala Dinas PUPR Perkim Provinsi Kaltara sebelumnya menyebutkan, penanganan ruas tersebut dilakukan atas usulan Gubernur Kaltara dan ditangani oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kaltara.

Selain APBN, Pemprov Kaltara juga mendorong skema kolaborasi pentahelix. Tercatat lima perusahaan bersama Pemprov Kaltara dan Pemkab Bulungan terlibat dalam perbaikan segmen I, yang ditargetkan rampung lapis agregat pada akhir semester I 2025.

Namun fakta di lapangan, sejumlah titik seperti di Desa Tanjung Agung, Sajau Pura, hingga Binai masih mengalami kerusakan cukup parah dan belum tertangani maksimal.

Persoalan ini kembali menjadi sorotan DPRD Kabupaten Bulungan. Akses menuju Tanah Kuning dan Mangkupadi dinilai masih memprihatinkan.

Ruas Tanjung Selor-Binai-Sajau menuju KIPI sebelumnya disebut sebagai salah satu jalur yang mendapat penanganan pada 2023 bersama ring road Nunukan dan Malinau. Namun proyek lanjutan TA 2024 untuk ruas yang sama dilaporkan belum terselesaikan sepenuhnya, sehingga menimbulkan pertanyaan soal kesinambungan anggaran dan target penyelesaian.

H. Rusli berharap janji jalan mulus sejak 2022 itu dapat diwujudkan menyeluruh, baik pada 2026 maupun tahun berikutnya jika masih memerlukan tahapan.

Menurutnya, jalan yang layak bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi penopang mobilitas warga, distribusi barang dan hasil produksi, serta akses terhadap layanan publik, pendidikan, dan kesehatan bagi masyarakat di delapan desa yang bergantung pada jalur tersebut.

“Pada akhirnya masyarakat tidak hanya membutuhkan pengumuman program dan target pembangunan, tetapi hasil nyata yang bisa dirasakan langsung,” tegasnya.

Setelah tiga tahun berlalu sejak janji itu menjadi pemberitaan, ruas Tanjung Selor-Tanah Kuning masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Warga kini menunggu kepastian kapan seluruh jalur benar-benar mulus dan layak dilalui secara konsisten.

Editor  : BP – AR

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *