Maulid Nabi 1448 H di Bencongan, Warga Diajak Meneladani Akhlak dan Meningkatkan Cinta kepada Rasulullah SAW

 

Busurpena.com | TANGERANG — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah berlangsung khidmat dan penuh nuansa religius di Masjid Jami Baitul Jannah Al Karomah, Kampung Bencongan, RW 01, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Minggu malam.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB tersebut mengangkat tema “Meneladani Akhlak dan Meningkatkan Cinta kepada Rasul Muhammad SAW.”

Peringatan Maulid Nabi ini dihadiri para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan Pemerintah Kelurahan Bencongan, para RT se RW 01, tokoh pemuda, serta warga setempat. Kehadiran masyarakat dari berbagai kalangan menunjukkan antusiasme warga dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus mempererat tali silaturahmi.

Rangkaian acara diisi dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh Ustaz Mulyadi, dilanjutkan tausiah agama oleh Ustaz Lukman Hakim. Suasana semakin semarak dengan penampilan grup hadroh Al Karomah yang mengiringi lantunan shalawat dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Lukman Hakim menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingat kembali sejarah perjuangan Rasulullah Muhammad SAW dalam memperbaiki akhlak manusia.

Menurutnya, Rasulullah SAW merupakan teladan utama dalam kehidupan. Karena itu, kecintaan kepada Rasulullah perlu diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, terutama dengan memperbaiki akhlak, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kegiatan belajar agama melalui berbagai majelis pengajian yang ada di lingkungan masyarakat.

“Belajar agama jangan berhenti. Bukan hanya bapak dan ibu, tetapi remaja dan anak-anak juga perlu mendapatkan pendidikan agama sebagai bekal kehidupan dan bekal untuk menghadapi kehidupan akhirat,” pesan Ustaz Lukman dalam tausiyahnya.

Maulid sebagai Momentum Kesadaran

Sementara itu, saat awak media Busurpena.com menanyakan kepada salah seorang pengunjung mengenai makna Maulid Nabi, warga tersebut memilih untuk tidak disebutkan namanya.

Ia memaknai Maulid bukan sekadar memperingati kelahiran Rasulullah SAW secara historis, melainkan sebagai momentum “kelahiran spiritual”, yaitu lahirnya kesadaran dalam diri manusia.

“Maulid adalah kelahiran spiritual, lahirnya kesadaran, transformasi dari Ahmad menjadi Muhammad,” ujarnya.

“Visi dan misinya adalah merubah kehidupan gelap, sistem batil, menjadi sistem kehidupan yang hak sesuai kehendak Allah. Dengan kata lain, kehidupan Yatsrib yang penuh konflik menjadi Madinah, kota suci yang penuh kedamaian dan kesejahteraan,” tuturnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Jami Baitul Jannah Al Karomah juga menjadi ruang silaturahmi bagi masyarakat Kampung Bencongan.

Rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H kemudian ditutup dengan doa bersama. Para jamaah mengikuti doa dengan khidmat, memohon keberkahan, keselamatan, serta kebaikan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

 

( U r i )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *