Kasatlantas Polresta Gowa AKP Hasan Fadhlyh, S.H. Turun Langsung Pantau Antrean BBM di SPBU Pallangga

GOWA,SULSEL,11 September 2026

busurpena.com|– Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) masih terjadi di SPBU Pallangga, Kabupaten Gowa. Pada Jumat 11/09/2026.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean tersebut sudah berlangsung selama 3 hari dan menyebabkan kepadatan di area SPBU.

Ratusan pengendara motor tampak mengular di pompa 6 untuk Dexlite dan Pertalite, serta pompa 10 khusus Pertalite. Warga rela mengantre berjam-jam di bawah terik matahari sejak pagi demi mendapatkan BBM.

Menanggapi situasi tersebut, Kasatlantas Polresta Gowa AKP Hasan Fadhlyh, S.H.turun langsung ke lokasi bersama sejumlah personel Satlantas. Dalam foto yang beredar, AKP Hasan Fadhlyh tampak memantau dan mengatur jalannya antrean dengan seragam lengkap dan topi putih.

Kasatlantas Polresta Gowa AKP Hasan Fadhlyh, S.H. memantau langsung antrean kendaraan di SPBU Pallangga, Gowa, Jumat sore (11/9/2026).

Di tengah pemantauan, AKP Hasan Fadhlyh juga sempat memberi teguran kepada salah satu pengantri yang kedapatan menyorobot dan melewati beberapa pengendara lainnya. Tindakan itu dilakukan agar antrean tetap tertib dan tidak menimbulkan keributan.

“Kami hadir di sini untuk memastikan antrean berjalan tertib, mengurai kemacetan, dan mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas. Kami juga berkoordinasi dengan pihak SPBU agar distribusi BBM berjalan sesuai prosedur,” ujar AKP Hasan Fadhlyh di lokasi.

Salah seorang warga mengaku sudah 3 hari mengalami antrean panjang.
“Sudah 3 hari begini Pak. Kami datang dari subuh, tapi belum tentu kebagian. Kalau telat sedikit, stoknya langsung habis,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina maupun pengelola SPBU terkait penyebab kelangkaan. Dugaan warga, antrean dipicu keterlambatan distribusi dan kekhawatiran akan adanya pembatasan atau kenaikan harga BBM.

Kelangkaan BBM ini dikeluhkan warga karena mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, mengantar anak sekolah, hingga menjalankan usaha.

Warga berharap pemerintah daerah, Pertamina, dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret agar distribusi BBM kembali normal.

(KKI)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *