Busurpena.com | Lebak, 16 Juni 2026 – Dugaan penyimpangan proses perawatan jaringan irigasi di Kecamatan Malingping memicu keprihatinan mendalam dari Pendekar Banten Korcam Malingping. Ketua H Dede Kusmana dengan tegas menuntut adanya audit menyeluruh dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi terhadap penggunaan bahan dan prosedur yang diterapkan.
Dalam pernyataannya, Ketua Korcam Malingping H Dede Kusmana mengungkap kekhawatiran serius terkait dugaan penggunaan bata ringan (Hebel) dalam peninggian struktur irigasi di sejumlah titik, yang di kerjakan oleh UPTD Pengelolaan DAS Ciliman – Cisawarna. termasuk perawatan irigasi di Kampung Cikesik, Desa Malingping Selatan. Ia menilai bahwa hal ini berpotensi membahayakan keberlangsungan irigasi.
Saya menyayangkan adanya dugaan penyimpangan dari standar kualitas dan prosedur resmi dalam perawatan ini. Penggunaan bahan yang tidak sesuai rekomendasi akan berakibat fatal, mengancam keberlanjutan sistem irigasi,” tegas H Dede Kusmana dengan nada tegas.
Ia mendesak agar pihak terkait, khususnya BPK, melakukan penyelidikan transparan dan independen terhadap seluruh proses pengeluaran biaya dan penggunaan material. Pemeriksaan menyeluruh ini penting guna memastikan tidak adanya pemborosan, penyimpangan, ataupun penggunaan bahan yang berpotensi merusak infrastruktur vital tersebut.
“Kami menuntut agar seluruh prosedur pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan diaudit secara profesional dan adil. Keamanan dan kualitas irigasi harus dijaga agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas, bukan malah menjadi ancaman,” tambah Kusmana.
Lebih jauh, H Dede Kusmana menegaskan bahwa perlindungan terhadap infrastruktur strategis seperti irigasi adalah tanggung jawab bersama, menuntut pengawasan ketat dan transparansi penuh agar fungsi infrastruktur tetap optimal dan aman digunakan jangka panjang.
“Kami berharap otoritas terkait bergerak cepat dan tegas. Tidak ada ruang untuk penyimpangan dan tindakan yang merugikan rakyat. Keberlanjutan hidup masyarakat dan kesinambungan sumber daya alam bergantung pada komitmen dan profesionalisme dalam setiap langkah pengelolaan infrastruktur ini,” tutup ketua korcam pendekar banten H Dede Kusmana dengan penuh harap.








