VIRAL! Udin Pratama Seniman Sepeda Makassar, Rutin Gowes Terbalik Tiap Minggu dari Pantai Losari Hingga Galesong

GOWA,BusurPena.com |– Pemandangan tak biasa tersaji di Jalan Poros Takalar, tepatnya di depan Masjid Raya Limbung, Kabupaten Gowa, pada Minggu pagi, 1 November 2026. Seorang pria paruh baya terlihat mengayuh sepeda BMX dengan posisi tubuh menghadap ke belakang, sadel di depan, namun sepeda tetap melaju kencang.

Dialah Udin Pratama, pria yang dikenal warga Makassar sebagai Seniman Olahraga Sepeda. Aksi nyelenehnya ini bukan yang pertama kali, namun selalu berhasil menyedot perhatian pengguna jalan.

Tim BusurPena.com yang tengah melakukan liputan rutin hari Minggu berhasil menemui Udin di tengah perjalanannya. Saat itu ia sedang dalam rute jauhnya dari Kota Makassar.

Dari hasil wawancara di lokasi, di depan Masjid Raya Limbung, Poros Takalar, Udin mengungkapkan bahwa aksinya tersebut adalah kegiatan rutin yang ia lakukan setiap akhir pekan.

“Aksi ini rutin saya lakukan setiap hari Minggu dengan berkeliling kota bahkan sampai ke daerah,” ungkapnya kepada BusurPena.com, Minggu (01/11/2026).

Udin menjelaskan, titik awal atau basecamp rutinnya adalah kawasan ikonik Kota Makassar, Pantai Losari.

“Di Pantai Losari sebagai tempat rutin ya. Pada hari Minggu, 1 November 2026 nampak menggayung sepedanya dari Makassar, Sungguminasa ingin menuju ke Galesong,” tambahnya.*

Rute yang ia tempuh hari itu terbilang jauh untuk ukuran sepeda BMX dengan teknik tidak biasa. Dimulai dari Pantai Losari Makassar, melintas Sungguminasa, Kabupaten Gowa, dan target akhirnya adalah Galesong, Kabupaten Takalar.

Secara teknik, apa yang dilakukan Udin Pratama dalam dunia olahraga sepeda dikenal dengan istilah “Reverse Cycling” atau “Backward Facing Cycling”.

Berdasarkan sumber terbuka dari komunitas freestyle BMX dunia, teknik ini termasuk dalam kategori BMX Freestyle – Flatland Artistic.

Teknik ini membutuhkan 3 kemampuan utama:
1. Keseimbangan (Balance): Menjaga titik gravitasi agar tidak terjatuh meski arah pandang berlawanan dengan arah laju.
2. Kekuatan Kaki (Leg Power): Mengayuh dengan posisi lutut tertekuk tidak normal.
3. Kontrol Stang (Handlebar Control): Mengendalikan stang dari belakang punggung yang membutuhkan feeling yang sangat kuat.

Di Indonesia, aksi serupa pernah viral di beberapa kota besar seperti Bandung dan Yogyakarta, namun di Sulawesi Selatan, sosok Udin Pratama menjadi salah satu pelopor yang konsisten melakukannya di jalan raya umum, bukan hanya di arena.

Pantauan di depan Masjid Raya Limbung, Udin tampil dengan ciri khasnya: Peci rajut biru dengan strip kuning-hijau, masker bermotif LV, jersey sepeda warna-warni dominan ungu-orange, dan celana hitam serta sandal jepit.

Sepedanya adalah sepeda BMX 20 inch berwarna putih dengan sadel kecil berwarna merah yang sengaja diposisikan di depan sebagai tumpuan. Ia mengayuh tanpa alas kaki khusus, hanya sandal jepit, menambah tingkat kesulitan.

Warga dan pengendara yang melintas di Poros Takalar terlihat antusias. Beberapa pengendara motor memperlambat laju, bahkan ada yang mengabadikan dengan ponsel.

Udin mengaku tidak terganggu dengan perhatian tersebut. Baginya, ini adalah cara menghibur masyarakat sekaligus menjaga kebugaran.

Konsistensi Udin Pratama melakukan aksi gowes terbalik setiap hari Minggu dari Pantai Losari hingga menjelajah daerah seperti Galesong, Takalar, menjadi bukti bahwa olahraga bisa dikemas menjadi seni jalanan yang menarik.

Kisahnya diharapkan bisa menginspirasi generasi muda untuk kreatif dalam berolahraga, namun tetap mengutamakan keselamatan di jalan raya. Tidak disarankan meniru aksi ini di jalan ramai tanpa keahlian yang mumpuni.

(Kamal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *