Cuaca Kering Mengancam Biak Numfor BPBD Peringatkan Risiko Karhutla, Kekeringan Air, dan Gangguan Kesehatan Posko Siaga Disiapkan di Oridek

Biak Numfor, BusurPena.com Pemerintah Kabupaten Biak Numfor melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyuarakan kekhawatiran serius atas ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan yang mengintai sejumlah wilayah, menyusul kondisi cuaca yang semakin kering. Hal ini ditegaskan dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Kantor Distrik Oridek, Jumat (28/8/2026), dihadiri Kepala Distrik Oridek, 14 Kepala Kampung, Bamuskam, tokoh adat, gereja, pemuda, perempuan, serta unsur masyarakat luas.

Kepala BPBD Biak Numfor, Lot L. Yensenem, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa faktor angin menjadi ancaman utama yang patut diwaspadai. “Kecepatan angin dapat mencapai lebih dari 30 knot, yang membuat lidah api merambat sangat cepat terlebih saat vegetasi, rumput, dan pepohonan dalam keadaan kering,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kondisi geologis khas Biak juga memperberat risiko: lapisan tanah tipis di atas batuan dasar membuat panas terperangkap, meningkatkan potensi munculnya titik panas dan kebakaran yang sulit dipadamkan. Yensenem mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, karena api dapat berkobar besar dalam waktu singkat.

Selain Karhutla, kekeringan berpotensi mengganggu ketersediaan dan kualitas air bersih. Wilayah pesisir Distrik Oridek dari Opiaref hingga Tanjung Barari yang minim aliran sungai dan bergantung pada sumur gali maupun sumur bor, menjadi area paling rentan. Penurunan permukaan air tanah dikhawatirkan menurunkan kualitas air yang dikonsumsi warga.

Asap Kebakaran Ancam Kesehatan Masyarakat
BPBD juga mencatat dampak terhadap kesehatan. Kualitas udara yang memburuk akibat asap kebakaran berisiko memperburuk kondisi penderita asma, gangguan paru, penyakit jantung, serta membahayakan anak-anak dan lansia. Data dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, serta fasilitas kesehatan setempat telah mencatat peningkatan kasus ISPA yang memerlukan perawatan medis. Ketersediaan oksigen medis pun harus diantisipasi jika kasus terus meningkat.

Posko Siaga dan Sinergi Lintas Sektoral
Untuk mengantisipasi hal terburuk, posko utama penanganan kebakaran resmi disiapkan di Distrik Oridek. Setiap kampung diminta aktif melakukan pemantauan dan melaporkan titik api secara jelas kepada distrik untuk diteruskan ke posko utama di Biak Kota. Yensenem meminta 14 kampung di wilayah tersebut menjadi garda terdepan pencegahan.

BPBD juga mengapresiasi sinergi TNI, Polri, Basarnas, Brimob, Yonif 858, dan seluruh unsur masyarakat yang telah berupaya memadamkan titik api di wilayah Yendidori, Sumberker, Yavdas, Mariendi, Mokmer, hingga Bosnik Sup. “Sumber daya terbatas, namun semangat juang kita tidak boleh terbatas. Penanggulangan bencana adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Yensenem.

Pemerintah daerah menegaskan kesiapsiagaan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak bencana di musim kemarau ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *