Dugaan Penyelundupan 2 Ton Sabu di Selat Malaka: Tim Gabungan Mencegat Tanker Global 168, 8 ABK Diamankan di Belawan
BELAWAN (BUSURPENA.COM) – Perairan Sumatera Utara kembali menjadi sorotan nasional setelah operasi penindakan skala besar berhasil mengagalkan dugaan penyelundupan narkotika jaringan lintas negara. Tim gabungan yang terdiri dari jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Direktorat Jenderal Bea Cukai berhasil menyergap sebuah kapal tanker asing bernama Global 168 di alur pelayaran internasional Selat Melaka
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kapal tanker bertonase besar tersebut diduga kuat mengangkut barang haram jenis sabu-sabu dengan estimasi bobot mencapai 2 ton.
Penyergapan Gelap di Selat Malaka hingga Pengawalan Bersenjata ke Bandar Deli
Operasi pencegatan berlangsung di titik rawan perairan Selat Malaka setelah petugas melakukan pengawasan intensif terhadap pergerakan kapal yang mencurigakan. Usai dilakukan pemeriksaan awal di tengah laut, kapal tanker Global 168 langsung dikawal ketat menuju daratan dan resmi disandarkan di Dermaga Terminal Penumpang Bandar Deli, Pelabuhan Belawan, pada Rabu siang (21/10/2026).
Suasana di kawasan Dermaga Bandar Deli terpantau steril dan dijaga ketat. Puluhan personel gabungan berpakaian taktis lengkap dengan senjata api laras panjang menyisir serta mengamankan perimeter area dermaga guna mengantisipasi segala bentuk ancaman keamanan.
Penanganan perkara ini melibatkan jajaran pimpinan tingkat tinggi lintas instansi, di antaranya pejabat utama dari Polres Pelabuhan Belawan, perwakilan BNN Provinsi Sumatera Utara (BNNP Sumut), serta jajaran Kanwil Bea Cukai Sumut.
8 Orang Diamankan, Modus Samaran Tanker Minyak Terkuak
Dalam operasi penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan 8 orang kru kapal/Anak Buah Kapal (ABK) yang berada di atas kapal Global 168. Delapan terduga pelaku tersebut langsung digiring di bawah pengawalan ketat untuk menjalani pemeriksaan intensif guna mengurai struktur organisasi dan dalang intelektual di balik pengiriman bernilai ratusan miliar rupiah tersebut.
Modus operandi yang digunakan tergolong sangat rapi dan raksasa. Kapal tanker Global 168 disinyalir sengaja menyamarkan aksinya dengan berpura-pura sebagai kapal pengangkut minyak / bahan bakar guna mengelabui sistem pengawasan patroli laut di sepanjang perlintasan internasional.
Jaringan Golden Triangle dan Jalur Tikus Sumatera
Sabu-sabu dalam jumlah fantastis ini diduga kuat dipasok dari kawasan Golden Triangle (Segitiga Emas)—wilayah perbatasan Myanmar, Laos, dan Thailand yang dikenal sebagai salah satu pusat produksi narkotika terbesar di Asia. Kawasan perairan Selat Malaka dimanfaatkan oleh sindikat internasional ini sebagai jalur transit utama sebelum barang dipindahkan ke kapal-kapal kecil (ship-to-ship) untuk diseludupkan ke berbagai titik daratan Sumatera dan wilayah Indonesia lainnya.
Menunggu Hasil Uji Laboratorium dan Rilis Resmi
Meskipun perkiraan awal dari sumber-sumber di lapangan menyebut angka muatan mencapai 2 ton sabu, kepastian berat bersih (netto) serta identitas resmi kedelapan terduga pelaku masih menunggu proses penimbangan presisi, pengujian sampel laboratorium forensik, serta konferensi pers resmi dari pimpinan tertinggi penagak hukum.
Hingga berita ini diturunkan, kapal tanker Global 168 masih berada dalam status penyitaan di bawah penjagaan ketat aparat gabungan di Pelabuhan Belawan. Pengungkapan ini digadang-gadang bakal menjadi salah satu rekor penindakan kasus narkotika terbesar di wilayah hukum Sumatera tera Utara pada tahun 2026.







