Busurpena.com | Rabu, 20 Mei 2026.
Rangkasbitung — HPS Panglipur Kabupaten Lebak kembali menggelar agenda silaturahmi sebagai langkah memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menegaskan komitmen menjaga eksistensi seni budaya pencak silat di tengah derasnya perkembangan zaman.
Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat HPS Panglipur Kabupaten Lebak, Kelurahan Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, itu dihadiri sejumlah perwakilan padepokan pencak silat dari berbagai wilayah di Kabupaten Lebak.
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan terkait arah perjuangan organisasi, visi dan misi pembinaan, hingga penguatan solidaritas antarperguruan menjadi fokus utama.
HPS Panglipur menilai pencak silat bukan sekadar seni bela diri, melainkan bagian dari identitas budaya yang wajib dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
Ketua HPS Panglipur Kabupaten Lebak, Ibrahim alias Boy, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin seni budaya pencak silat hanya menjadi simbol seremonial tanpa pembinaan yang nyata dan berkelanjutan.
“Pencak silat adalah warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, adab, dan jati diri. Karena itu, kebersamaan antarperguruan harus terus diperkuat agar seni budaya ini tidak kehilangan arah dan tetap memiliki tempat di tengah masyarakat,” tegasnya.
Silaturahmi tersebut juga menjadi momentum mempererat persaudaraan antaranggota sekaligus membangun komitmen bersama dalam menjaga marwah pencak silat sebagai kebanggaan budaya daerah Kabupaten Lebak.
(Dion N)







