Kronologis Anggota Polisi tembak mati satu warga sipil dogiyai Papua Tengah

PenaBusur.com— Seorang pelajar SMA bernama Nopison Tebai (17) dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak anggota Kepolisian Resor Dogiyai di Kampung Dogimani, Distrik Dogiyai, Kabupaten Dogiyai, Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIT.

Peristiwa penembakan terjadi di sekitar lapangan bola samping Kantor Distrik Dogiyai, lokasi berlangsungnya turnamen olahraga antar pemuda yang sedang digelar masyarakat sebagai bagian dari kegiatan pencarian dana kampung.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Berdasarkan laporan awal investigasi yang dihimpun dari keterangan warga setempat, sejumlah pemuda diketahui membangun pondok di sekitar lapangan pertandingan dan beberapa di antaranya sering bermalam di lokasi untuk menjaga perlengkapan turnamen serta mempersiapkan kegiatan pertandingan.

Warga menyebutkan, sehari sebelum kejadian, Sabtu (9/5), anggota Kepolisian Resor Dogiyai sempat datang melakukan pemantauan di area kegiatan turnamen tersebut.

Pada Minggu pagi, ketika sebagian besar masyarakat sedang mengikuti ibadah gereja, sejumlah pemuda masih berada di sekitar pondok dan lapangan pertandingan. Korban, Nopison Tebai, disebut sedang bersama rekannya di pondok sekitar lapangan, sementara beberapa pemuda lain berada di area lapangan.

“Waktu itu masyarakat banyak pergi ibadah. Beberapa anak muda masih tinggal di pondok dekat lapangan,” kata seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Menurut keterangan saksi, situasi mulai memanas ketika aparat kepolisian datang ke lokasi dan mengarahkan senjata kepada para pemuda yang berada di sekitar lapangan. Sejumlah pemuda kemudian berusaha melarikan diri karena takut.

“Anak-anak lari menyelamatkan diri karena aparat datang dengan senjata,” ujar seorang saksi warga.

Dalam situasi tersebut, Nopison Tebai dilaporkan terkena tembakan pada bagian dada bawah lengan kiri yang tembus hingga ke sisi kanan tubuh. Korban disebut terjatuh di area semak-semak tidak jauh dari lokasi pondok.

Warga menyebut korban tidak sempat memperoleh pertolongan medis dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar lokasi kejadian.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia maupun Polres Dogiyai terkait peristiwa tersebut.

Sekitar pukul 11.30 WIT, situasi di Kampung Idadagi kembali memanas setelah dua kendaraan aparat kepolisian dilaporkan mendatangi lokasi kejadian. Kehadiran aparat memicu ketegangan baru dengan sejumlah pemuda setempat.

Beberapa menit kemudian, tiga kendaraan aparat tambahan disebut kembali tiba di wilayah tersebut. Sejumlah warga mengaku memilih membatasi aktivitas dan meminta masyarakat tetap waspada karena situasi keamanan dinilai belum kondusif.

Masyarakat meminta adanya investigasi independen dan transparan atas penembakan tersebut, termasuk perlindungan terhadap warga sipil dan penegakan hukum secara adil terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Laporan ini masih merupakan laporan awal investigasi berdasarkan keterangan masyarakat di lapangan dan masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari berbagai pihak, termasuk aparat keamanan, tenaga medis, pemerintah daerah, dan saksi-saksi lainnya.

artikel nadipapua.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *