Ikhtiar Langit di Tengah Musim Kemarau
Tarakan, BusurPena.com— Menghadapi tantangan musim kemarau, potensi kebakaran lahan, serta kabut asap yang menyelimuti wilayah Kalimantan, ikhtiar spiritual diketuk secara serentak. Pemerintah Kota Tarakan bersama Badan Pengelola Masjid Baitul Izzah Islamic Centre (BIIC) secara resmi menyerukan kepada seluruh umat Islam di Bumi Paguntaka untuk bersama-sama menunaikan Salat Sunnat Istisqa (salat minta hujan) secara berjamaah. 11/9/26
Ajakan penuh kekhusyukan ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., bersama Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud, I.S., serta Ketua Badan Pengelola Masjid BIIC, Alias, S.K.M., M.Kes., yang diwakili oleh Kepala Pelaksana Badan Pengelola Masjid Baitul Izzah Islamic Centre, Zainuddin Umar, S.P., M.M.
Ibadah sunnah muakkadah ini dipusatkan di tempat terbuka dengan ketentuan sebagai berikut:
- Hari/Tanggal: Minggu, 13 September 2026
- Waktu: Pukul 08.00 WITA – Selesai
- Tempat: Lapangan / Halaman Masjid Baitul Izzah Islamic Centre (BIIC), Kota Tarakan
Dalam seruannya, para tokoh masyarakat mengingatkan pentingnya kembali mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Mengutip firman Allah SWT dalam Surah Nuh ayat 10-11:
“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat.”
Masyarakat diimbau untuk memperbanyak istighfar, bertaubat, menunaikan sedekah, serta memperbaiki hubungan vertikal kepada Allah SWT maupun horizontal antar-sesama manusia.
Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., menjelaskan bahwa Salat Istisqa merupakan sunnah muakkadah yang dikerjakan tatkala umat diuji dengan kemarau panjang atau kekeringan. Sebelum pelaksanaan, umat Muslim dianjurkan berpuasa selama tiga hari, meninggalkan perbuatan zalim, serta datang ke lapangan dengan pakaian sederhana tanpa mengenakan perhiasan maupun wangi-wangian berlebihan.
Panduan Tata Cara Pelaksanaan Salat Istisqa
Bagi masyarakat yang akan hadir, berikut adalah ringkasan tata cara pelaksanaan Salat Istisqa di lapangan:
- Tanpa Azan dan Iqomah: Salat dikerjakan secara berjamaah sebanyak dua rakaat layaknya Salat Id, tanpa didahului azan dan iqomah.
- Jumlah Takbir: Pada rakaat pertama dilakukan 7 kali takbir tambahan (selain takbiratul ihram) yang diselingi bacaan tasbih, tahmid, tauhid, dan takbir (Subhanallah, walhamdulillah, wala ilaha illallahu, wallahuakbar). Pada rakaat kedua, takbir tambahan dilakukan sebanyak 5 kali.
- Bacaan Imam dan Makmum: Bacaan surah Al-Fatihah dan surah pendek oleh imam dikeraskan (jahr), sementara makmum membaca Al-Fatihah secara pelan (mahmuus).
- Khutbah dan Doa Khusus: Usai salat, kegiatan dilanjutkan dengan khutbah dua sesi. Di penghujung khutbah pertama dan kedua, khatib disunnahkan membaca doa dengan membalikkan badan menghadap kiblat serta menukar posisi selendang atau sorban di pundaknya.
Ajakan ini bukan sekadar ikhtiar fisik untuk mengatasi dahaga bumi, melainkan momentum introspeksi diri secara massal. Pemerintah Kota Tarakan melalui semangat #melayanidenganhati dan #TarakanHibot mengajak seluruh warga untuk menyatukan niat, memperbanyak amal saleh, serta mengetuk pintu langit agar Kota Tarakan segera dianugerahi curah hujan yang membawa berkah, kesuburan, serta keselamatan bagi seluruh warganya.
Mari bersama-sama hadir dengan hati yang khusyuk, merapatkan barisan, dan memanjatkan doa terbaik untuk tanah tercinta. (SS)
Laporan: Sahbudiman






