Batu Apung Muncul di Perairan Biak Numfor, BPBD Pastikan Tidak Berbahaya

Biak Numfor, BusurPena.com Fenomena unik berupa batu yang dapat mengapung di permukaan air laut belakangan ini terlihat muncul di sejumlah wilayah pesisir Kabupaten Biak Numfor, Papua. Kejadian ini ditemukan oleh para nelayan dan warga yang bermukim di kawasan tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Biak Numfor, Lot L. Yensenem, S.E., M.Si., mengonfirmasi hal tersebut saat dihubungi melalui pesan singkat, Senin (29/6/2026) malam.

Menurut penjelasannya, keberadaan batu apung ini terlihat di bekas Pelabuhan Perusahaan Perikanan BMJ, Kampung Sorido, Amroben, hingga tersebar di wilayah Kepulauan Selat dan Kepulauan Padaido.

“Khususnya yang terdampar di kawasan Sorido ini sudah berada di lokasi selama dua hari berturut-turut dan tidak bergerak menjauh. Saat air surut, jaraknya hanya sekitar 200 hingga 300 meter dari daratan, lalu kembali terhanyut dan akhirnya menetap di bagian yang kering,” ungkap Yensenem.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Badan Batu Apung Muncul di Perairan Biak Numfor, BPBD Pastikan Tidak Berbahaya) guna menelusuri kemungkinan penyebab munculnya benda-benda tersebut. Hasil penelusuran menunjukkan tidak ada indikasi letusan gunung berapi di daratan, mengingat wilayah Teluk Cenderawasih dan sekitarnya tidak memiliki bentang alam berupa pegunungan yang berpotensi menjadi kawasan gunung berapi aktif.

Secara teori, fenomena ini diduga kuat berkaitan dengan aktivitas di dasar laut. “Kemungkinan ada letusan gunung berapi di bawah permukaan laut yang menghasilkan batu berstruktur ringan sehingga bisa mengapung seperti yang kita saksikan saat ini,” jelasnya.

Untuk memastikan sifat dan kandungan batu tersebut, tim BPBD juga telah melakukan pengujian sederhana di lokasi. Beberapa batu diambil sampelnya lalu dibakar, namun tidak ditemukan kandungan belerang dan benda tersebut tidak ikut terbakar meski dicoba dibakar menggunakan minyak tanah.

Pihaknya juga memastikan batu-batu ini tidak mengandung zat kimia berbahaya. Hal ini dibuktikan dengan adanya warga dan anak-anak muda yang berenang di sekitar lokasi penemuan tanpa mengalami gangguan kesehatan atau iritasi pada kulit.

“Kami tegaskan, keberadaan batu apung ini tidak membahayakan masyarakat yang tinggal di pesisir maupun yang beraktivitas di laut,” tegas Yensenem.

Saat ini, tim BPBD bersama pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan penelusuran ke seluruh garis pantai di Biak Numfor guna mencatat titik-titik persebaran batu apung tersebut serta memastikan keamanan wilayah pesisir tetap terjaga.

 

Pewarta : Zadrak

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *