IWSS Tarakan Gelar Muscab ke-5, Proses Pemilihan Ketua Baru Berlangsung Demokratis

Busurpena.com, Minggu 06 September 2026

TARAKAN– Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Kota Tarakan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-5 pada Minggu (6/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Hotel Duta Tarakan, Kalimantan Utara, menjadi ajang evaluasi kepengurusan sekaligus penentuan pimpinan baru untuk periode 2026-2031.

Pembukaan Muscab berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan pengurus serta anggota. Ketua IWSS Kota Tarakan, Ir. Hj. Nany Hayati, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan dalam suasana kekeluargaan yang hangat.

“Alhamdulillah, kegiatan hari ini berjalan dengan baik. Ini adalah momen bagi kita semua untuk bermusyawarah demi kemajuan organisasi,” ujar Nany

Rangkaian Muscab ke-5 dirancang melalui tiga tahap sidang pleno. Pada pleno pertama, peserta membahas dan menyepakati tata tertib musyawarah. Selanjutnya, pleno kedua digunakan untuk mendengarkan serta mengesahkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus periode 2021-2026 yang mencakup berbagai program kerja selama lima tahun terakhir.

Sidang pleno ketiga menjadi puncak acara dengan agenda penyampaian visi dan misi bakal calon, serta proses pemilihan ketua baru.

“Pada pleno ketiga nanti, para calon akan dipastikan kesediaannya, kemudian memaparkan program kerja. Setelah itu, kita lakukan pemilihan secara musyawarah dan mufakat atau pemungutan suara jika diperlukan,” terang Nany.

Hingga sesi pembukaan, setidaknya terdapat lima nama yang masuk dalam bursa calon Ketua IWSS Kota Tarakan. Mereka adalah Hj. Mari, Hj. Wahidah, Hj. Hawa, Hj. Sri, dan Ibu Dewi.

Ketua petahana, Ir. Hj. Nany Hayati, juga mengakui bahwa dirinya masih memiliki peluang untuk kembali maju. Sesuai dengan aturan organisasi, seorang ketua dapat menjabat lebih dari satu periode selama memenuhi syarat dan mendapatkan dukungan.

“Semua nama yang muncul memiliki hak yang sama. Prosesnya akan kita serahkan sepenuhnya pada mekanisme organisasi dan keputusan peserta muscab,” imbuhnya.

Selama masa kepemimpinan Nany Hayati, IWSS Tarakan tercatat aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Salah satu pencapaian yang disoroti adalah kolaborasi dengan Badan Intelijen Negara (BIN) pada masa pandemi COVID-19, yang meliputi pembagian masker dan pelaksanaan vaksinasi di tiga titik, yaitu kawasan Jembatan Bongkok, Kampung Enam, dan Gedung Islamic Center.

Saat ini, organisasi yang menjadi wadah perantau asal Sulawesi Selatan tersebut memiliki sekitar 100 pengurus aktif. Jumlah anggota yang terhimpun dalam grup komunikasi organisasi bahkan mendekati 500 orang. Tingkat partisipasi dalam pertemuan bulanan disebut cukup tinggi, sering kali mencapai ratusan peserta.

Nany juga mengingatkan agar seluruh kader menjaga soliditas organisasi, terutama di tengah dinamika politik yang kerap mengaitkan paguyuban dengan kepentingan praktis.

“Kita berpolitik untuk kemajuan bersama, bukan untuk saling menjatuhkan. IWSS adalah rumah bagi warga Sulsel di Tarakan, tempat kita bersatu dan saling mendukung,” tegasnya.

Proses pemilihan ketua baru ditargetkan rampung pada Minggu sore. Setelah ketua terpilih, panitia akan segera membentuk tim formatur yang bertugas menyusun struktur kepengurusan periode berikutnya.

Setelah struktur terbentuk, kepengurusan baru akan dipersiapkan untuk dilantik dalam beberapa pekan mendatang. Nany berharap, siapapun yang terpilih nanti dapat mengayomi seluruh anggota dan membawa IWSS semakin solid, aktif, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan Kota Tarakan.

Editor  : BP – AR

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *