Kepala BKN RI Resmi Tutup Festival Biak Munara Wampasi

Biak Numfor, BusurPena.com Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H. secara resmi menutup rangkaian kegiatan Festival Biak Munara Wampasi di Venua Utama Cendrawasih, Biak, pada Selasa (7/7/2026). Dalam sambutannya, ia menyoroti kerukunan pemimpin daerah dan pencapaian festival yang telah ditetapkan sebagai Event Karisma Pariwisata Nasional (CAMP).

Hadir dalam acara penutupan tersebut Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra, Wakil Bupati Jimmy Carter Kapisa, jajaran Forkompimda, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Biak Numfor, Ketua Tim Penggerak PKK, kepala instansi terkait, serta seluruh tokoh masyarakat dan warga setempat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam pidatonya, Prof. Zudan mengaku sangat terkesan dan bangga merasakan kemeriahan serta kebersamaan yang terjalin selama festival berlangsung. Hal yang paling menarik perhatiannya adalah keakraban antara Bupati dan Wakil Bupati yang saling merangkul layaknya saudara kandung.

“Selama saya berkunjung ke lebih dari 400 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, hanya dua daerah yang saya temukan memiliki kerukunan pemimpin setingkat ini. Satu di Kota Bekasi, dan satu lagi ada di Biak Numfor,” ujar Prof. Zudan disambut tepuk tangan meriah seluruh hadirin.

Ia meminta agar keharmonisan tersebut terus dipelihara dan dijadikan teladan bagi daerah lain di Indonesia.

Lebih lanjut, Prof. Zudan menekankan pencapaian besar yang diraih Kabupaten Biak Numfor, di mana Festival Biak Munara Wampasi resmi masuk dalam daftar Event Karisma Pariwisata Nasional (CAMP). Dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia, hanya sekitar 125 event atau kurang dari 25 persen yang mendapatkan status tersebut.

“Prestasi luar biasa ini harus terus dipertahankan. Saya mewakili Pemerintah Pusat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati, Wakil Bupati, jajaran DPRD, seluruh ASN, pelaku pariwisata, dan segenap masyarakat Biak Numfor yang telah bekerja sama menjaga keharmonisan sehingga acara ini berjalan sukses,” tegasnya.

Menurut Prof. Zudan, Biak Numfor sesungguhnya memiliki segudang potensi mulai dari tradisi, kekayaan alam, budaya, hingga situs bersejarah Perang Dunia Kedua. Namun, kekayaan paling berharga yang dimiliki daerah ini adalah toleransi dan kerukunan antarwarga.

“Dengan toleransi dan kerukunan itulah Biak Numfor akan terus melangkah maju. Semoga mulai saat ini, Festival Biak Munara Wampasi ke depannya makin bersinar dan menjadi destinasi wisata unggulan utama di wilayah Papua dan kawasan Pasifik,” harapnya.

Di akhir sambutan, Prof. Zudan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kedamaian Biak Numfor, menjaga persatuan Papua, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Kepala BKN RI secara resmi menutup rangkaian Festival Biak Munara Wampasi tahun 2026. Rangkaian acara selama satu pekan yang meliputi Parade Wor, Suling Tambur, Wai Mansusu fan Wairon, Birdwatching, Lomba Foto Bawah Laut, Run Tour, hingga Tour Padaido,Snapmor pun berakhir dengan kemeriahan pesta budaya dan pariwisata pada malam penutupan.

 

Pewarta: Zadrak

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *