WAKILI ORANG TUA SISWA, KUASA KHUSUS SOROTI DUGAAN MALADMINISTRASI PPDB SMAN 1 GOWA

GOWA, Sulsel,busurpena.com|– Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2026 di UPT SMAN 1 Gowa disorot. Seorang Kuasa Khusus orang tua calon peserta didik, Muhammad Tahrir Moleo Hasta, S.E., menduga adanya maladministrasi, penolakan sepihak, dan cacat prosedural dalam proses seleksi.

Didukung Barisan Pemuda Somba Opu dan sejumlah orang tua siswa, Tahrir menyatakan langkah hukum terukur telah disiapkan. Rencananya Senin mendatang pihaknya akan melayangkan Surat Somasi / Peringatan Keras kepada pihak sekolah.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Ada 3 poin krusial yang kami temukan,” ujar Tahrir dalam keterangannya, Jumat (1/8/2026).

Pertama, Jalur Prestasi Internasional Terganjal. Berkas siswa yang merupakan Duta Seni Budaya Indonesia disebut gagal masuk sistem akibat kendala teknis. Ironisnya, hak sanggah yang diajukan juga ditolak.

Kedua, Jalur Zonasi Dipersulit. Calon siswa dengan jarak domisili faktual hanya 830 meter dari sekolah justru ditolak sepihak. “Tanpa ada verifikasi historis dokumen kependudukan yang transparan,” katanya.

Ketiga, Indikasi Manipulasi Data. Tahrir menyoroti adanya pergantian identitas siswa secara total pada nomor urut tertentu. Data itu berubah antara SK Pengumuman 1 Juli 2026 dan SK Penetapan 4 Juli 2026.
“Ini mengindikasikan kuat adanya praktik maladministrasi dan kuota yang dikondisikan,” tegasnya.

Ia mengajak DPRD Gowa, media, tokoh masyarakat, dan ormas untuk mengawal kasus ini.
“Jangan biarkan masa depan anak-anak daerah berprestasi dirampas oleh birokrasi yang tidak transparan,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak UPT SMAN 1 Gowa belum memberikan tanggapan resmi

(Kamal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *