Update Hari Ketiga Korban Meninggal Ledakan Bom Sisa PD II di Biak Bertambah Menjadi 6 Orang

Biak Numfor, BusurPena.Com  Kapolres Biak Numfor, AKBP Arie Trestiawan, S.H., S.I.K., M.H., kembali menyampaikan perkembangan terbaru penanganan insiden ledakan dugaan bom peninggalan Perang Dunia II yang terjadi pada 31 Mei 2026 lalu di kawasan Kompleks Perikanan, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota. Konferensi pers yang digelar pada Selasa (02/06/2026) malam ini menegaskan bahwa operasi pencarian dan sterilisasi wilayah masih terus berjalan intensif memasuki hari ketiga pasca kejadian.

Dalam pemaparan yang dihadiri Perwakilan dari Pemerintah daerah Biak numfor Bapak Sekretaris Daerah Biak Numfor, perwakilan Kodim 1708, Lanal Biak, TNI AU, Basarnas, BPBD, serta Tim Jibom Gegana Polda Papua dan unsur Forkopimda lainnya, Kapolres menyampaikan data terkini mengenai jumlah korban serta langkah penanganan yang telah dilakukan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Update pada hari ini, untuk korban yang dinyatakan hilang atau belum ditemukan masih berstatus tiga orang. Tim gabungan yang dibantu Basarnas akan terus melakukan pencarian dengan fokus utama di area ring dua, yaitu wilayah pantai dan perairan sekitar lokasi,” ungkap Kapolres.

Ia menjelaskan, penyisiran di area ring satu yang diduga sebagai titik pusat ledakan belum dapat dilakukan secara maksimal. Pasalnya, wilayah tersebut masih disterilisasi oleh Tim Jibom Gegana dan dinyatakan belum aman karena masih berpotensi mengandung benda berbahaya lainnya.

Perkembangan menyedihkan terjadi pada data korban luka. Dari sebelumnya tercatat 18 orang luka-luka, di mana dua di antaranya menjalani rawat inap dan 16 lainnya rawat jalan, kini jumlah korban meninggal dunia bertambah. Salah satu pasien yang dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Biak, akhirnya meninggal dunia.

“Kami sekeluarga besar Polres Biak Numfor dan seluruh unsur gabungan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas peristiwa ini. Korban meninggal dunia yang tadinya berjumlah lima orang, hari ini bertambah menjadi enam orang. Sementara itu, masih ada satu orang lainnya yang terus dirawat di RSUD Biak, dan 16 lainnya dalam pemantauan dengan status rawat jalan,” jelasnya.

Korban yang meninggal dunia pada hari ini diketahui bernama almarhumah Mina Puadi (51 tahun), seorang ibu rumah tangga beragama Kristen Protestan yang beralamat di lokasi kejadian, Kompleks Perikanan, Jalan Wolter Monginsidi, Distrik Biak Kota.

Selain pencarian korban, tim penjinak bahan peledak juga terus bekerja mengamankan dan memusnahkan benda-benda berbahaya yang ditemukan di lokasi. Hingga hari ini, Tim Jibom Gegana Polda Papua telah memusnahkan satu butir granat jenis nanas dan satu butir granat jenis manggis melalui proses pembuangan aman.

Selain itu, telah diamankan pula dua proyektil yang sebelumnya telah diambil amunisinya atau mengalami kerusakan, serta dua butir granat nanas dan satu granat manggis lainnya yang telah ditangani. Dalam penyisiran di area ring dua, tim gabungan juga kembali menemukan lima potongan serpihan bagian tubuh korban yang akan diidentifikasi lebih lanjut.

Kapolres kembali menegaskan imbauan keras kepada masyarakat agar tetap menjauhi area ring satu karena wilayah tersebut belum dinyatakan steril dan masih memiliki risiko tinggi. Ia juga meminta warga untuk waspada dan segera melapor kepada aparat keamanan apabila menemukan, melihat, atau bahkan menyimpan benda yang diduga merupakan sisa persenjataan atau bahan peledak peninggalan perang.

“Hal ini demi keselamatan bersama, baik bagi warga maupun aparat yang sedang bertugas melakukan evakuasi dan pengamanan. Kerjasama masyarakat sangat kami harapkan agar proses ini berjalan aman dan lancar,” tegas Kapolres Arie Trestiawan mengakhiri keterangannya.

 

Pewarta ✍️ : Zadrak

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *