Busurpena.com | Minggu, 31 Mei 2026
LEBAK — Semangat pelestarian budaya warisan leluhur kembali digaungkan melalui kolaborasi pertunjukan debus antara Padepokan Macan Pusaka Santri perwakilan Pendekar Banten Koordinator Kecamatan (Korcam) Malingping dan Padepokan Langlang Buana Mekar Harapan atau Komunitas Seni Banjarsari (KSB) perwakilan Korcam Banjarsari.
Kolaborasi budaya tersebut tampil memukau dalam rangkaian acara hajatan warga di Kampung Kadu Gawir, Desa Bolang, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Minggu (31/5/2026).
Atraksi debus yang sarat nilai tradisi dan spiritualitas itu sukses menyedot perhatian masyarakat serta menjadi simbol kuatnya persatuan antarpendekar di wilayah selatan Banten.
Panglima Pendekar Banten, Dion N, menegaskan bahwa kolaborasi lintas padepokan merupakan bagian dari komitmen bersama dalam menjaga eksistensi seni budaya debus agar tetap hidup, berkembang, dan dicintai generasi muda.
“Debus bukan sekadar pertunjukan, tetapi bagian dari jati diri dan warisan budaya Banten yang harus dijaga bersama. Kebersamaan antar pendekar hari ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya membutuhkan persatuan dan solidaritas,” ujar Dion.
Sementara itu, Ketua Padepokan Langlang Buana Mekar Harapan atau KSB, Abah Delly, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan budaya seperti ini memiliki makna penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat identitas seni tradisional di tengah arus modernisasi.
“Kami ingin seni debus tetap menjadi kebanggaan masyarakat. Kolaborasi ini bukan hanya soal pertunjukan, tetapi tentang menjaga marwah budaya leluhur agar tetap lestari dan terus diwariskan,” ungkap Abah Delly.
Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi sepanjang pertunjukan berlangsung. Selain menjadi hiburan rakyat, kegiatan tersebut juga dinilai mampu menghadirkan ruang edukasi budaya bagi generasi muda agar lebih mengenal nilai-nilai tradisional Banten.
Melalui kolaborasi ini, para pendekar berharap seni debus tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya daerah, tetapi juga mampu menjadi simbol persatuan, kekuatan tradisi, dan identitas masyarakat Banten yang tetap kokoh di tengah perkembangan zaman.
Penulis : Dion Nasution
Editor : Angga Permana






