KETUA LSM GMBI LEBAK, KING NAGA, KECAM LAMBAN PENANGANAN POLSEK WANASALAM ATAS KASUS DUGAAN PENGGELAPAN BANSOS: ADA APA DI BALIK LAMBANNYA?

Busurpena.com | Rabu, 20 Mei 2026.

Lebak, 20 Mei 2026 — Ketua LSM GMBI Distrik Lebak, KING NAGA, dengan tegas menyatakan keprihatinannya terhadap lambannya proses penanganan yang dilakukan oleh Polsek Wanasalam terkait kasus dugaan penggelapan Bantuan Sosial (Bansos) di wilayah Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak. Ia mengungkapkan kekesalannya atas minimnya kejelasan ataupun langkah konkrit dari aparat kepolisian dalam mengusut perkara yang menjadi perhatian masyarakat luas ini.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Menurut KING NAGA, laporan pengaduan resmi telah dilayangkan ke pihak kepolisian dengan nomor: Lapdu / 06 / XI / 2025 / SEK. WANASALAM / RES. LEBAK, tertanggal 22 November 2025. Laporan tersebut memuat dugaan kuat mengenai tindak pidana penggelapan yang melibatkan oknum tertentu, yang berpotensi merugikan warga penerima manfaat bansos di wilayah tersebut. Ironisnya, hingga hari ini, hampir enam bulan berlalu, tidak ada kejelasan maupun tindak lanjut dari aparat kepolisian setempat.

“Kami sangat menyayangkan masih adanya sikap apatis dari pihak kepolisian Wanasalam yang tampak enggan menindaklanjuti laporan yang kami buat. Padahal, kasus penggelapan bansos ini sangat meresahkan masyarakat, dan penanganannya harusnya menjadi prioritas untuk memastikan kebenaran dan keadilan tetap tegak,” tegas KING NAGA dengan nada tegas dan penuh kekhawatiran.

Ia pun mempertanyakan, “Ada apa sebenarnya di balik lambatnya proses ini? Apakah ada sengaja dikendurkan atau ada tekanan tertentu yang menyebabkan aparat kepolisian terkesan membiarkan kasus ini mengambang tanpa kejelasan? Force maju mundur dalam penanganan kasus seperti ini justru semakin memperkeruh suasana dan mengikis kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.”

Sebagai bentuk kritik konstruktif sekaligus keprihatinan mendalam terhadap independensi dan kecepatan penanganan aparat penegak hukum di wilayah tersebut, KING NAGA mendesak agar pihak terkait segera melakukan langkah nyata. Ia menuntut agar penyelidikan ini dituntaskan secara transparan dan profesional, serta memberi keadilan kepada masyarakat yang merasa dirugikan.

“Kasus ini adalah cerminan dari tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Jangan biarkan kasus penggelapan bansos ini menjadi contoh kegagalan kita dalam menegakkan keadilan sosial dan hukum. Kami mengingatkan, kepercayaan masyarakat adalah aset berharga yang harus dijaga dengan tindakan tegas dan adil,” tutup KING NAGA.

Masyarakat berharap, kejadian ini menjadi pelajaran dan cambukan bagi aparat penegak hukum untuk lebih profesional, cepat, serta transparan dalam menyelesaikan setiap kasus yang muncul di tengah masyarakat. Semoga, kejadian ini tidak lagi terulang dan keadilan dapat ditegakkan dengan seadil-adilnya.

 

Editor : A’permana

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *