Peringatan ke-209 Hari Pahlawan Nasional Pattimura: Biak Numfor dan Supiori Bersatu Gelar Upacara Khidmat di Supiori

Supiori Papua, BusurPena. com
Semangat persatuan dan kepahlawanan mewarnai peringatan Hari Pahlawan Nasional Pattimura yang ke-209 tahun ini. Masyarakat asal Maluku yang bermukim di Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori, bersama jajaran pemerintah daerah, memperingati momen bersejarah ini dengan penuh khidmat dan kemeriahan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, peringatan tahun ini menjadi istimewa karena digelar secara bersama-sama dan dipusatkan di wilayah Kabupaten Supiori, sebagai wujud nyata sinergi dan persaudaraan erat antar dua daerah di Tanah Papua ini.

Upacara peringatan berlangsung di halaman Kantor Bupati Supiori, Sabtu (16/5/2026), dan dipimpin langsung oleh kedua kepala daerah. Bupati Biak Numfor, Markus Oktofianus Mansnembra, SH.MH., serta Bupati Supiori, Heronimus, S.IP.M.SI., hadir berdiri bersanding memimpin barisan upacara. Kehadiran keduanya menjadi simbol kuat persatuan masyarakat Kepulauan Biak-Supiori dalam mengenang jasa besar Kapitan Pattimura, pahlawan nasional asal Maluku yang gigih memimpin perlawanan melawan penjajahan Belanda pada tahun 1817 silam.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam amanat yang dibacakannya, Bupati Supiori menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan yang ditorehkan Kapitan Pattimura harus terus hidup dan menjadi teladan bagi seluruh generasi penerus, khususnya kaum muda di wilayah ini.

“Dua ratus sembilan tahun lalu, Kapitan Pattimura telah membuktikan kepada kita semua bahwa keberanian yang dibalut persatuan yang kokoh adalah kekuatan besar yang mampu mengalahkan segala bentuk penindasan. Hari ini, tugas dan tanggung jawab kita bukan lagi mengangkat senjata, melainkan mengisi kemerdekaan yang telah diraih dengan kerja nyata dalam pembangunan, serta senantiasa menjaga persaudaraan dan kedamaian di Tanah Papua tercinta,” tegas Bupati Heronimus.

Sementara itu, Bupati Biak Numfor, Markus Oktofianus Mansnembra, menambahkan bahwa kolaborasi dan penyatuan langkah kedua pemerintah kabupaten dalam peringatan ini merupakan manifestasi nyata dari semangat luhur Kalwedo dan Mansorandak, yaitu semangat bersatu padu membangun daerah dan negeri.


“Pattimura bukan hanya milik masyarakat Maluku semata, beliau adalah milik seluruh anak bangsa Indonesia. Dari ujung timur di Maluku hingga ke tanah Papua, kita semua adalah satu saudara yang menyatu dalam semangat perjuangan yang sama demi keutuhan dan kemajuan bangsa,” ujar Bupati Markus.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Semangat Pattimura, Kita Kuat Karena Bersatu”, yang menjadi landasan semangat seluruh rangkaian acara. Ribuan warga masyarakat turut memadati lokasi acara, di antaranya anggota paguyuban masyarakat Maluku di Biak maupun Supiori yang tampil anggun mengenakan beragam pakaian adat khas daerah asalnya.

Rangkaian upacara berjalan lancar dan sakral, diawali dengan momen hening cipta, pengibaran Bendera Merah Putih, hingga pembacaan sejarah singkat perjuangan Thomas Matulessy atau yang lebih dikenal dengan sapaan Kapitan Pattimura. Kemeriahan semakin terasa saat acara diisi dengan penampilan tarian tradisional Cakalele, nyanyian lagu-lagu perjuangan khas Maluku, serta prosesi tabur bunga sebagai wujud penghormatan tertinggi kepada sang pahlawan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, para tokoh adat, pemuka agama, pemuda, serta unsur pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari TNI dan Polri. Sebagai simbol semangat perjuangan yang tak akan pernah padam, para pejabat dan tokoh yang hadir juga ikut serta dalam prosesi pembawaan Obor Pattimura yang dikelilingkan di lokasi acara.

Sejarah mencatat, Kapitan Pattimura gugur di tiang gantungan pada 16 Desember 1817 di Ambon, Maluku, saat berusia 34 tahun. Sebagai bentuk penghargaan negara atas pengorbanannya, setiap tanggal 15 Mei diperingati secara nasional sebagai Hari Pahlawan Nasional Pattimura. Pemerintah daerah berharap, semangat kepahlawanan yang ditunjukkan Pattimura senantiasa diterjemahkan dalam kerja nyata untuk mewujudkan wilayah Biak-Supiori yang maju, aman, damai, dan sejahtera bagi seluruh masyarakatnya.

*(Zadrak)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *