Biak Numfor, BusurPena.Com Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., M.H., memaparkan perkembangan terbaru terkait penanganan insiden ledakan yang diduga berasal dari bom sisa peninggalan Perang Dunia II. Kejadian tersebut berlangsung di kawasan Kompleks Perikanan, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Senin (01/06/2026).
Dalam konferensi pers yang dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Basarnas, serta tim gabungan penanganan bencana, Kapolres menyampaikan bahwa proses pencarian korban dan sterilisasi wilayah masih terus dilakukan secara intensif dan hati-hati.
“Tim gabungan terus melakukan penyisiran dan evakuasi terhadap korban yang belum ditemukan. Saat ini, fokus pencarian dipusatkan pada area ring dua, yang meliputi wilayah perairan dan pesisir di sekitar lokasi kejadian,” ungkap Kapolres.
Hingga saat ini, tercatat lima orang meninggal dunia akibat peristiwa tersebut dan seluruhnya telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sorido, Distrik Biak Kota. Di sisi lain, pencarian terhadap tiga korban lainnya yang belum ditemukan masih terus diupayakan. Kapolres menjelaskan bahwa area ring satu, yang diduga sebagai titik pusat ledakan, belum dinyatakan steril, sehingga menghambat proses pencarian yang lebih mendalam.
Dalam operasi penyisiran yang melibatkan Tim Penjinak Bahan Peledak (Jibom) Brimob Polda Papua dan Basarnas, petugas berhasil menemukan 13 serpihan yang diduga bagian tubuh korban untuk selanjutnya menjalani proses identifikasi lebih lanjut.
Selain pencarian korban, tim juga mengamankan dua proyektil yang telah dimodifikasi dan memusnahkan satu butir granat jenis nanas melalui proses pembuangan aman (disposal) pada pukul 18.00 WIT. Sementara itu, satu granat lainnya yang juga ditemukan di lokasi direncanakan akan dimusnahkan pada hari berikutnya, mengingat terkendala kondisi air pasang dan keterbatasan jarak pandang saat proses evakuasi berlangsung.
Data sementara mencatat sebanyak 18 orang mengalami luka ringan, di mana dua di antaranya masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Daerah Biak. Dampak sosial akibat insiden ini pun tercatat, dengan sebanyak 56 warga terdampak terpaksa mengungsi. Jumlah tersebut terdiri dari 43 orang dewasa dan 13 balita.
Kapolres Arie Trestiawan kembali mengimbau masyarakat agar tidak mendekati area pantai maupun perairan di sekitar lokasi kejadian, mengingat masih adanya potensi penemuan material berbahaya lainnya.
“Kami meminta masyarakat mematuhi imbauan petugas dan tidak memasuki zona steril demi keselamatan bersama. Tim gabungan akan tetap berada di lokasi hingga seluruh area dinyatakan benar-benar aman,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel gabungan yang terlibat. Termasuk Tim Jibom yang akan tetap berada di Biak Numfor hingga proses sterilisasi dinyatakan tuntas.
Dukungan juga mengalir dari pemerintah daerah yang telah membentuk tim khusus yang melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tim ini bertugas untuk menangani kebutuhan para pengungsi serta memberikan pendampingan bagi keluarga korban.
Sementara itu, operasi pencarian tiga korban yang belum ditemukan dijadwalkan akan kembali dilanjutkan pada Selasa besok, berbarengan dengan pelaksanaan sterilisasi menyeluruh di titik yang diduga sebagai pusat ledakan.
Pewarta✍️: Zadrak








